*Sisi Lain Mengistighfari Istighfar*

بسم الله اىرحمن الرحيم

*Sisi Lain Mengistighfari Istighfar*

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelsutsn ITS

Ketika ada terdakwa mengakui dengan mudah (kooperatif) atas kesalahannya, maka yang terjadi adalah adanya keringanan lantaran memberikan kemudahan pada proses penyidikan. Bahkan dalam pepatah berbahasa arab memberikan hasil yang lebih ekstrim yakni,
الاعتراف يمحو الاقتراف
Pengakuan akan menghapuskan kesalahan (KH Ihya’ Ulumuddin).

Dalam kontek mengistighfari istighfar, adalah adanya pengakuan kurang dalamnya istighfar sehingga perlu diistighfari. Hal ini berarti istighfar yang kedua tersebut berfungfi dua macam, satu pengakuan kurang baiknya dan yang lain perbaikan atau pendalaman istighfar. Perihal ini yang dimaksudkan dengan sisi lain dari mengistighfari istighfar. Rasanya sangat jarang diantara kita yang sempat memikirkan atau menganalisa senjlimet ini.

Analisis istighfar serenik ini adalah contoh satu kasus dalam kontek peribadatan. Hakekatnya semua macam peribadatan bisa dianalisis seperti ini. Sungguh hal ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas peribadatan kita. Contoh dalam sholat kita ambil salah satu rukun yakni sujud. Apakah sujud kita sudah sesuai dengan kriteria sujud yang benar. Ketika sujud diyakini tidak sesuai dengan kriteria keabsahan sujud maka harus ada tindakan yang benar. Ketika pengakuan ada pada saat bangkit dari sujud maka spontanitas harus kembali mengulang sujudnya. Tetapi ketika pengakuan itu sudah pada saat menjalankan rukun berikutnya, maka sholat diteruskan dan nanti setelah tahiyat akhir nambah satu rokaat dan disunnahkan sujud sahwi (kitab tanwitul qulub).

Demikian juga peribadatan yang lain yang setidaknya dalam ibadah mahdloh selain sholat yakni; zakat, puasa, dan haji. Semuanya ada syarat sah dan rukunnya. Di sini kita terasa sangat perlu mempelajari fiqih secara njlimet pula. Sudah barang tentu bergantung pada perhatian kita, insyaAllah bila perhatian kita untuk hidup di akhirat besar maka sebanding dengan perhatian kita untuk belajar atau ngaji fiqih lebih dalam lagi.

Demikian semoga kita bisa meningkatkan kualitas ibadah kita sehingga menjadi hamba Allah SWT yang lebih bertaqwa aamiin.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya, 21 Shofar 1447 atau 15 Agustus 2025
m.mustain