
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Ketika diterima sebagai mahasiswa baru di Perguruan Tinggi (PT), sering silau melihat kampus terutama yang datang dari desa seperti pengalaman penulis 43 tahun yang lalu. Sering kegiatan mahasiswa yang diikuti dalam periode kuliah di tahun pertama banyak kekagetan-kekagetan, yakni terasa terjadi perubahan yang sangat terasa antara kegiatan di SLA (Sekolah Lanjutan Atas) dengan kegiatan di PT. Artikel ini menjelaskan hambatan besar yang sering terjadi dan strategi untuk bisa menyelesaikan sehingga sukses dalam periode atau tahapan mendapatkan bekal hidup yang sangat menentukan.
Rasa yang paling vulgar adalah kekagetan ketika mengetahui kawan-kawan seangkatan ternyata pintar-pintar. Secara umum mahasiswa-magasiswa yang diterima dengan tes maupun panggilan itu sungguh tampak berkualitas betul. Sering diakui sesama angkatan bahwa memang ada kekagetan ketika melihat kawan seangkatan sangat pintar-pintar. Kekagetan berikutnya adalah ketika mengikuti metoda pembelajaran yang sangat berbeda dibanding ketika di SLA. Terasa sekali perubahannya adalah tentang kemandirian, pengaturan kuliah, belajar mandiri, aktifitas keseharian yang lain.
Menerima kenyataan yang sangat mengagetkan tersebut sudah barang tentu tidak mudah mensikapinya. Dua perihal besar tersebut menjadi penyebab utama tidak berhasilnya melewati kuliah di tahun pertama. Data kongkrit di zaman penulis mengikuti stragel kuliah di dua semester pertama lebih dari 30% DO (Drop Out) dalam satu angkatan. Sungguh saat itu sangat menegangkan. Sungguh saat itu ancaman DO sangat memiriskan.
Zaman telah berubah, saat penulis diwisuda bersama sekitar 600 wisudawan dan wisudawati itu yang cumlaude bisa dihitung jari. Sekarang sudah sama2 tahu, bisa lebih dari 70% dari lulusan berpredikat cumlaude (deduktif.id, 2025), *IPK tinggi jangan Sombong!Sekarang Cumlaude cuman pepesan kosong (A.W. Putri, 2024).*
Sekarang definisi sukses kuliah tidak lagi lulus cumlaude, tetapi cumlaude beserta transkrip nilai yang sesuai dengan yang dikehendaki silabus. Sungguh ini tidak mudah sebab sistem yang di PT sudah terkesan obral nilai yakni bagus dalam transkip. Hal ini sejalan dengan yamg diiniginkan PT dalam meningkatkan akreditasinya. Sungguh ini sangat menyedihkan, terutama korbannya adalah alumni seperti mendapatkan baju terlalu besar atau kebesaran baju. Contoh tertulis nilai Mata Kuliah Analisa Numerik mendapat nilai A, ketika diinterview melamar pekerjaan ternyata kenyataan tidak pantas bernilai itu. Di sinilah letak kerugiannya alumni, disamping jelas minder.
Hemat penulis sistem secara menyeluruh harus dibenahi. Untuk mahasiswa/i hendaknya mengerti kondisi ini, sehingga target sukses harus direset-up. Strategi yang sangat baik adalah buatlah perencanaan personal yang terukur dengan waktu, harus benar-benar mendapatkan *Ilmu-Skil-Pengalaman*. Ketiga rangkaian ini didapatkan secara berturut-turut di *Klas-Laboratorium-Lapangan,* dilakukan dengan *Kuliah-Praktikum-Kerjapraktek.*
Mahasiswa sukses kuliah secara riil apabila bisa meraih ketiga rangkaian tersebut. Semoga mahasiswa-mshasiswi kita bisa ambil manfaat aamiin.
Surabaya, 20 Muharrom 1447 / 15 Juli 2025
m.mustain
