Bersih Desa Kendalrejo, Talun, Blitar, Tampilkan Karnaval Seni Budaya di Dukung 40 Sound Sistem.

BLITAR–Ribuan masyarakat di wilayah Kecamatan Talun tumpleq bleg menyaksikan karnaval budaya di Desa Desa
Kendalrejo, Talun,Blitar.

Karnaval di gelar dalam rangka “Bersih Desa” itu dilaksanakan Sabtu 12 Juli 2025. Ini merupakan acara tahunan yang dinanti-nanti oleh penduduk desa setempat dan masyarakat sekitar.

Tidak hanya menampilkan seni budaya.Tapi juga menampilkan sound sistem berkapasitas besar yang sekarang lagi menjadi sorotan tajam MUI Jawa Timur. Tidak hanya 10 atau 15 buah set sound yang ditampilkan.Namun 40 set Sound Sistem yang ditampil para peserta.

Karnaval ini menampilkab perpaduan antara seni tari,budaya, seni musik dan seni dekorasi yang melibatkan seluruh masyarakat desa. Tidak lain tujuannya untuk mempromosikan budaya lokal serta sebagai momen untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap identitas budaya.

Setiap tahun, ribuan orang menghadiri acara Karnaval Budaya Desa ini. Pengunjung datang bukan hanya dari desa sekitar, tetapi juga dari luar kota. Mereka tertarik untuk menyaksikan keindahan busana tradisional yang dikenakan oleh peserta karnaval serta melihat dekorasi kreatif yang dipamerkan di sepanjang jalan desa.

Menurut Kepala Desa Kendalrejo, Ahmadi Soefanan mengatakan, penyelenggaraan kirab budaya ini bersumber dari swadaya masyarakat. Sedikitnya sekitar 40 unit sound system dilibatkan untuk mengiringi tiap peserta yang berasal dari seluruh RT/RW se-Desa Kendalrejo.

“Alhamdulillah antusias masyarakat tinggi, semuanya dilakukan secara swadaya. Pemdes Kendalrejo hanya ‘Tut Wuri Handayani’ (mendukung), karena semua biaya ditanggung masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat Kendalrejo dalam menyukseskan kirab budaya ini, patut diacungi jempol.

Dijelaskan Soepanan, rata-rata tiap RT bisa menyewa sound system, kostum dan lainnya mencapai Rp 25 juta.

“Contoh satu RT menyewa sound system, itu gak cukup Rp 25 juta. Belum seragamnya, pernak-pernik lainnya, dan itu semua dilakukan secara swadaya. Maka saya apresiasi betul segenap masyarakat yang berpartisipasi di sini,” tambahnya.

Kades berharap, gelaran kirab budaya Desa Kendalrejo selanjutnya bisa semakin meriah lagi. Sekaligus ia mengapresiasi seluruh pihak yang ikut aktif menyukseskan acara ini.

“Kepada seluruh tokoh masyarakat yang ikut menyukseskan agenda ini, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kita harap gelaran selanjutnya bisa lebih meriah lagi,” pungkasnya.

Dari pantauan MM di lapangan, beberapa peserta menampilkan beberapa kreasi seni budaya. Ada yang yang mengangkat Cerita Kembu Soro. Ini merupakan legenda rakyat yang berasal dari daerah sekitar Gunung Kelud dan cerita lainnya.

Pemerintah Desa Kendalrejo berharap, tujuan utama Karnaval Budaya Desa adalah menjaga dan melestarikan warisan budaya desa. Melalui karnaval ini, masyarakat dapat berpartisipasi dalam melestarikan tradisi dan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Busana tradisional yang dikenakan oleh peserta karnaval merupakan salah satu wujud dari warisan budaya ini
*Imam Kusnin Ahmad*