*Suka dan Tidak Suka*

Catatan Ptof. Mahmud Mustain.

Terkadang kita kurang pas dalam menentukan mana yang suka dan mana yang tidak suka. Ternyata ada perkara yang haq (benar) tapi kita harus tidak suka. Secara umum kita hidup ini dilindungi aturan yang memberikan jaminan hidup kita akan aman damai sejahtera di dunia dan akhirat (sebagi warga negara Indonesia harus beragama dan percaya hari akhir). Sudah barang tentu aturan tersebut meliputi benar dan tidak benar atau boleh dan tidak boleh. Mari kita tela’ah bersama untuk menentukan suka dan tidak suka.

Ada dalil yang menjadi dasar berupa potongan ayat yakni,
“عسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم”
“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” bersambung…
“وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم”
“Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.” (QS Al-Baqarah: 216)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tidak semua hal yang kita sukai atau benci sesuai dengan apa yang sebenarnya baik atau buruk bagi kita.

Satu standar yang menjadi acuan adalah baik dan buruk atau benar dan salah. Kita harus menyukai yang baik dan benar, sebaliknya kita harus tidak menyukai yang buruk dan salah.

Dalam proses menjalani hidup yang menuju kematangan karakter ini (usia dewasa), mestinya semakin matang dalam membangun karakter berakhlaq mulia maka akan semakin establish dalam berkarakter atau berakhlaq mulia. Hal ini dimaksudkan tidak mudah terganggu oleh lingkungan atau situasi dan kondisi di luar diri kita. Contoh establis adalah bila berhadapan orang yang kurang sopan kita tidak boleh terbawa menjadi kurang sopan.

Alhasil sebagai gambaran umum, selagi menurut aturan itu benar dan baik maka kita harus suka. Sebaliknya selagi menurut aturan itu salah dan buruk maka kita harus tidak suka. Tetapi ada sebagian kecil yang benar tapi kita harus tidak suka, seperti keyakinan kebenaran adanya neraka, maka kita harus tidak suka.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya, 27 Dzulhijjah 1446 / 23 Juni 2025
m.mustain