
Prof. Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Mungkin diantara kita ada yang ragu memahami dan membedakan antara sunnatullah dan qodarullah (qudrotillah), sehingga penempatan kata tersebut dalam kalimat masih belum mantap. Semoga setelah ikut menela’ah artikel ini menjadi jelas. Sunnatullah adalah ketetapan hukum untuk keberadaan alam dan isinya. Sedangkan qudrotillah adalah kekuasaan Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dan isinya ini.
Karena hukum itu adalah aturan yang bisa difahami akal, maka cakupan hukum yang dimaksud ya hanya barbasis logika. Sedangkan cakupan kehendak Allah SWT tidak hanya yang bisa difahami akal atau berbasis logika, tetapi juga meliputi entitas atau segala sesuatu yang tidak bisa diikuti oleh akal manusia seperti mukjizat dll. Secara garis besar qudrotillah itu juga meliputi semua entitas yang tak terhingga. Sedangkan sunnatullah hanya meliputi entitas yang hanya bisa dìfahami oleh logika.
Konsep Sunnatullah dan Qudratillah dapat ditemukan pada QS Ar-Rum ayat 30 berbunyi:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۙ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Ayat ini menekankan pentingnya mengikuti fitrah atau kodrat manusia yang telah diciptakan oleh Allah SWT untuk mengikuti agama yang lurus, yaitu Islam. Kontek sunnatullah adalah didapatkan dalam ketetapan mengikuti fithroh yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Sedangkan tentang kekuasaan Allah SWT dalam QS Al-An’am: 97, yakni
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang untukmu, agar kamu mendapat petunjuk dengan bintang-bintang itu dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.”
Ayat ini menekankan kekuasaan (kebesaran) Allah SWT dalam menciptakan alam semesta dan segala isinya, serta memberikan petunjuk kepada manusia melalui tanda-tanda kebesaran-Nya.
Meta AI memberikan saran bahwa, dengan memahami konsep Sunnatullah dan Qudratillah, seseorang dapat meningkatkan keimanan dan ketergantungan kepada Allah SWT, serta membuat perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Point besar artikel ini adalah penguatan pemahaman dan bahkan keyakinan kita bahwa, segala sesuatu yang belum terjadi itu tidak mesti harus berada dalam cakupan sunnatullah (bisa diikuti logika). Meskipun semua rencana manusia yang diinginkan selalu ada pada hasil yang bisa ditargetkan sesuai kaidah logika, tetapi selalu terbuka kemungkinan seluas-luasnya bahwa hasilnya beda. Suatu hal yang pasti adalah hal tersebut tetap dalam lingkup qudrotillah meskipun tidak/belum bisa difahami logika. Sungguh bila Allah SWT menghendaki, maka rute atau jejak yang bisa dibuat oleh Allah SWT berjumlah tak berhingga. Beda halnya dengan jejak yang mengikuti logika yakni hanya satu jejak. Alhasil, apa saja yang telah diupayakan manusia ini hasilnya adalah bergantung pada otoritas mutlak dan total dengan apa yang dikehendaki Allah SWT, baik masuk akal maupun tidak.
Contoh benda jatuh, menurut sunnatullah pasti hanya ada satu jejak atau alur jatuhnya yakni melewati jarak terdekat pusat masa benda tersebut dengan pusat masa bumi. Apabila benda tersebut ada di dekat atas permukaan bumi maka akan jatuh tegak lurus. Sedangkan bila Allah SWT berkehendak lain, maka jejak itu bisa tak berhingga variasi kemungkinannya bahkan bisa saja tidak bergerak menuju pusat masa bumi. Kesimpulannya, manusia hanya berkewajiban berusaha atau ikhiyar sedangkan hasilnya kita pasrahkan kepada Allah SWT. Hal ini membuat bila sukses tidak menjadi sombong dan bila belum sukses tidak menjadi putus asa.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 26 Dzulhijjah 1446 / 22 Juni 2025
m.mustain
