
BLITAR – Walikota Blitar, Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa evaluasi total terhadap manajemen RSUD menjadi langkah mendesak dan menjadi prioritas utama. Sebagai bentuk keseriusan, mulai pekan ini dirinya menjadwalkan berkantor rutin di RSUD untuk melakukan pengawasan langsung atas proses transformasi manajemen.
“Hari ini saya mulai berkantor di sini. Ya dijadwalkan paling tidak seminggu sekali kami akan terus pantau agar proses transformasi manajemen di RSUD bisa segera diterapkan,” ujar Walikota melalui laman resminya, dilansir Rabu (11/6/2025).
Mas Ibbin,panggilan akrabnya menyampaikan, bahwa hasil audit dan review internal rumah sakit menjadi dasar penting dalam pembenahan menyeluruh, termasuk restrukturisasi manajemen. Pihaknya menegaskan bahwa sebagai Badan Layanan Umum (BLU), RSUD memiliki tanggung jawab atas akuntabilitas dan jaminan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Tentunya banyak koreksi ya, termasuk terkait perombakan manajemen secara total. Sementara restrukturisasinya kan baru di Plt. Direktur, yang lain masih akan ditata kembali. Termasuk tata kelola keuangan dan layanan juga perlu dievaluasi secara menyeluruh,” tambahnya.
Lebih jauh, Wali Kota Blitar menyebut akan meminta dukungan dari tim manajemen sebelumnya untuk ikut mendampingi proses reformasi sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Langkah ini diambil guna memastikan pelayanan RSUD Mardi Waluyo bisa kembali optimal dan menjadi rumah sakit kebanggaan warga Kota Blitar.*Imam Kusnin Ahmad*
