*Menggapai Rengkuhan Ilahi*

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Ketika melakukan kebaikan kita sering tergoda untuk melihat dan membandingkan dengan orang lain. Bila sudah terbawa ajakan ini, maka ajakan syetan berikutnya adalah segera membanggakan diri dengan amalan tersebut. Apabila sudah terseret seperti itu maka sebaiknya segera istighfar. Supaya tidak semakin jauh dari karunia Allah SWT dan menjadi sombong, maka segera mendekatkan diri pada Dzat Pencipta.

Konsep mendekatkan diri memakai prinsip ini, yakni
“من ذكر الله ذكره الله sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang berarti “Barangsiapa yang mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya, dan menekankan pentingnya mengingat Allah dalam kehidupan sehari-hari. *Dengan mengingat Allah, seseorang dapat merasakan kedekatan dan kasih sayang-Nya (Meta AI, 2025)*.

Apabila kita hayati kita rasakan kita resapi dan kita nikmati kedekatan dan kasih sayang Allah SWT, maka hakekatnya kita sudah mampu menggapai rengkuhan Ilahi. Hal ini sudah tidak beda jauh bila dibandingkan dengan kekasih Allah SWT yang disebut Auliya’ atau para wali.

MasyaAllah, apabila sudah sekelas itu maka tidak lagi ragu akan kewaliyahan seseorang. Indikasi yang jelas adalah tidak ada kekhawatiran tidak ada kegundahan atau kesusahan lantaran ibarat sudah berada di dalam rengkuhan Allah SWT.

“ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون” adalah sebuah ayat Al-Qur’an yang berarti “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Ayat ini terdapat dalam Surat Yunus ayat 62, dan menekankan bahwa orang-orang yang saleh dan beriman kepada Allah tidak perlu takut atau sedih karena mereka memiliki perlindungan dan kasih sayang dari Allah (Meta AI, 2025). Semoga kita semua bisa demikian Allahumma aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat di dunia sampai akhirat Allahumma aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya, 7 DzulQo’dah 1446 / 3 Juni 2025
m.mustain