, *Apa itu Pasang-surut Air Laut*

Oleh : Prof. Mahmud Mustain Guru Besar ITS Surabaya.

Umumnya orang memahami fenomena pasang-surut air laut itu kurang tepat. Pemahaman hanya terbatas naik-turunnya elevasi permukaan air laut saja. Artinya pergerakan vertikal air dari elevasi naik dan turun atau sebaliknya (Definisi Meta AI). Padahal fenomena sebenarnya adalah pergerakan horizontal dari laut lepas menuju pantai atau sebaliknya. Sehingga di pantai mengalami penumpukan masa air sehingga menaikkan elevasi untuk kasus pasang. Sebaliknya kasus surut masa air meninggalkan pantai menuju laut lepas, sehingga terjadi pengosongan dan penurunan elevasi muka air laut.

Ada dua ayat yang relevan dengan fenomena pasang-surut, yakni QS Yasin 36:38-39:
38. وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
39. وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ
38. “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
39. “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan tempat-tempat (fase-fase) sehingga (setelah dia sampai ke tempat yang terakhir) dia kembali seperti bentuk tandan kurma yang tua.”

Relevansi kedua ayat ini dengan fenomena pasang-surut air laut adalah tersedianya gaya yang mengakibatkan air bergerak horisontal. Misalkan dari laut lepas menuju pantai untuk kasus menuju pasang di pantai, sebaliknya dari perairan pantai menuju laut lepas untuk kasus menuju surut. Gaya tersebut adalah gaya tarik antara interaksi Bumi-Bulan-Matahari, yang telah diciptakan dan ditetapkan secara periodik oleh pencipta yakni Allah SWT.

Secara rinci akibat bumi berputar dengan periode putaran 24 jam, maka muncul periode pasang-surut harian (DIURNAL) yakni dalam sehari terjadi sekali pasang dan sekali surut. Partikel air di suatu tempat perairan berperan sebagai m2 dan pusat masa bumi berperan sebagai M1. Gaya tarik menarik antara M1 dan m2 mengakibatkan m2 yang bergerak naik-turun dalam satu hari. Sehingga dominan bentuk pasang-surut perti ini memiliki type DIURNAL.

Tipe yang lain adalah SEMI-DIURNAL. Pasang-surut tipe ini ditandai dengan terjadinya pasang dua kali dan surut dua kali dalam sehari. Secara ilmiah hal ini sebab ikut berperannya planet Bulan dalam memberikan gaya tarik terhadap partikel air di laut.
Ketika bulan berperan maka terbangun satu perpaduan gerak antara bumi dan bulan sehingga membentuk satu pusat masa baru yang terletak di garis antara kedua planet Bumi dan Bulan ini. Sehingga pusat masa baru tersebut menjadi pusat gerak putar antara interaksi Bumi dan Bulan. Apabila ketiga pusat masa (pusat masa baru, pusat masa bumi, dan pusat masa bulan) berada dalam satu garis, maka kondisi air di laut akan membelah bergerak menuju ke dua tempat pada garis tersebut yakni akibat sentrifugal dalam arah yang berlawanan, masing-masing separo permukaan bumi. Dengan demikian dalam putaran bumi selama 24 jam akan ada dua pasang dan dua surut.

Apabila di suatu perairan dalam sehari terjadi lebih satu kali pasang dan satu kali surut, dan kurang dari dua kali pasang dan dua kali surut, maka tipe pasang-surut adalah CAMPURAN (Mixed). Selebihnya ada campuran cenderung diurnal dan campuran cenderung semi-diurnal.

Keterkaitan Matahari dalam peran pasang-surut adalah ketika keriga benda angkasa ini (bumi, bulan, matahari) berinteraksi dan membentuk satu pusat masa baru. Pusat masa baru ini yang menjadi pusat masa gerak putar ketiga benda angkasa tersebut. Ketika keempat pusat masa ini (tiga pusat masa planet + pusat masa baru) berada dalam satu garis maka kondisi muka air di suatu tempat akan memberikan tipe pasang surut SPRING atau NEAP. Hal ini masing-masing akan terjadi dua pekan sekali. Puncak Spring terjadi elevasi air yang sangat tinggi dan surut yang sangat rendah. Hal ini karena tumpukan gaya tarik bulan dan matahari pada partikel air.

Ilmu terapan sederhana yang kita bisa aplikasikan adalah bisa mengetahui tipe pasang serut secara kasar dalam pengukaran atau pengamatan elevasi air dalam waktu sehari. Persisnya kita bawa tongkat yang berlebel sentimeter ke pantai. Catat tiap 30 menit elevasi airnya dalam durasi 24 jam. Jadi ada 48 pengukuran bisa diplot membentuk kurva pasang-surut. Apabila hasil ploting memberikan satu pasang satu surut maka tipe pasang-surut di wilayah pengukuran adalah bertipe Diurnal. Apabila dua pasang dua surut ya bertipe semi diurnal. Apabila tidak keduanya disebut tipe campuran.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin
🤲🤲🤲
Surabaya, 30 April 2025
m.mustain