Mantan Cawapres Prof.Mahfud MD: Indonesia Emas Tak Tercapai Bila Pemimpin Tak Berakhlak.

SURABAYA–Mantan Calon Presiden pada Pemilu 2024 dan Mantan Menteri Kooordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Prof. Mahfud MD memberikan ceramah di Masjid Manurul Ilmi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin 10 Maret 2025.

Mengusung bertema “Membangun Generasi Berkarakter, Kolaborasi Hukum, dan Pendidikan”, Mahfud menyampaikan soal hancurnya sebuah negara karena para pemimpin tak memiliki karakter.

Menurutnya, hal itu dapat terjadi kader bangsa yang tak memiliki integritas dan profesionalitas.

“Sekarang ini banyak orang yang menggugat, menggugat perguruan tinggi karena banyak sekali orang yang memimpin negara di berbagai level, tapi karakternya dipertanyakan,” ujar Mahfud.

Pref Mahfud MD juga mengatakan, Indonesia saat ini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Bila pemimpin tak memiliki akhlak yang baik, maka Indonesia Emas tak akan tercapai.

“Pemimpin Indonesia masa depan, saudara ini pasti, itu harus berkarakter, dari sekarang harus dicetak, agar berakhlakul karimah. Karana Indonesia itu sekarang sedang menuju satu program, yang disebut Indonesia Emas. Ini program resmi pemerintah, bagaimana tahun 2045 itu Indonesia sudah 100 tahun merdeka,” ungkap Prof.Mahfud.

Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini juga menyebut, konsep Indonesia Emas dalam Islam disebutkan thayyibatun wa rabbun ghofur. Artinya negara yang bersatu berdaulat dan maju.Ilustrasinya, pada 2045 nanti, tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di tanah air.

“Cirinya Indonesia Emas, pertama, pada saat itu tidak ada lagi orang miskin. Kemisikinan ekstrem 2045 tak ada, kemiskinan relatif ada, kemiskinan relatif itu orang dengan penghasilan 1,90 USD per hari. Jadi pada waktu itu, ada 2-3 persen orang miskin relatif, tapi tidak akan terlantar karena negara sudah kaya,” jelasnya.

“Partisipasi perguruan tinggi sudah 74 persen. Sehingga, pada waktu itu sudah bisa masuk perguruan tinggi dan bermutu di Indonesia. Sisanya bukan tidak bisa masuk perguruan tinggi, tapi tidak perlu, sisanya langsung mendapat lowongan kerja. Karena yang diperlukan, kemampuan teknis di lapangan,” tambah Pembina PP ISNU era Ketum Prof. Abu Amar ( Alm).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga berpandangan, pada 2045 nanti, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia akan mencapai 23.930 USD. Bahkan, Indonesia akan tercatat sebagai negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia, setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat, kemudian Jepang pada posisi nomor lima.

Gambaran Indonesia Emas 2045 itu, kata Prof.Mahfud telah dilakukan road map oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilanjutkan oleh Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo. Namun, visi Indonesia Emas tidak akan tercapai bila pemimpin bangsa tidak memiliki karakter. “Ini (Indonesia Emas 2045) akan betul tercapai kalau tidak ada hambatan di dalam, kalau pemimpin kita tidak berkarakter tidak tercapai,” ungkap tokoh beradara Madura ini.

Mantan Menteri Kehakiman era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini juga menyinggung soal penegakan hukum yang dapat menghancurkan negara bila tidak ditegakkan dengan benar.

Menurut Prof.Mahfud, bila ada orang yang melanggar hukum, walaupun memiliki kehebatan dan tersohor, bila telah ditetapkan bersalah, maka tetap harus dihukum setimpal dengan perbuatannya.

“Kalau melanggar dihukum, jangan minta dispensasi, tugas negara menegakkan hukum, agar Indonesia bisa mencapai Indonesia Emas. Orang yang berani menegakkan hukum dan berani tidak melanggar hukum, itulah orang yang berkarakter,” pungkasnya.*Imam Kusnin Ahmad*