
Lamongan, Menaramadinah.com, – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai untuk meneladani dan menambah rasa cinta umat kepada Baginda Rasulullah. Lebih dari itu, esensi dari setiap peringatan Maulid yakni introspeksi diri dan rasa syukur.
Karena itu ada beberapa amalan yang dianjurkan saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, diantaranya : Pembacaan Sholawat (menggelar acara Sholawatan), lewat ceramah atau pengajian mendengarkan Kisah Kehidupan Nabi SAW, momen untuk bersedekah, serta meningkatkan Ibadah dan Takwa
Mencuplik pandangan kalangan Asy’ariyah dan Maturidiyah, seperti al-Suyuti dan Ibn Hajar al-Haitami, bahwa perayaan Maulid adalah bid’ah hasanah (inovasi yang baik) karena bertujuan mengingat Rasulullah dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam secara damai. Selain itu, perayaan ini juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan.
Menimbang makna, hakikat, esensi, inti dan tujuan perayaan Maulid Nabi SAW yang luar biasa itulah anggota Khotmil Qur’an Silaturakhim, Alumni SMPN 1 Tahun 1982 dan SMPP Tahun 1985, menggelar acara Maulidan Nabi Besar Muhammad SAW 1445 H/ 2024 M dan Sholawatan Bareng dengan menghadirkan DR. KH. Mochammad Qosim, MSI (kiai ternama yang juga asli Lamongan, dan mantan wakil Bupati Gresik).
Sholawatan Bareng ini dihelat di halaman Ruko Bintang Raya, Jl. Pahlawan Lamongan, Jum’at (18/10/2024) mulai pukul 19.00 WIB. Dihadiri ratusan anggota Khotmil Qur’an Silaturakhim, Alumni SMPP 85, dan Alumni SMP 82, juga hadir undangan khusus dan warga sekitar.
Dari pantauan langsung jurnalis media ini, diawal Sholawan juga dimeriahkan oleh grub Qosidah Robiatul Adawiyah Gresik. Sembari menunggu kehadiran Kiai Moch. Qosim, grub qosidah ini membawakan tembang-tembang Islami. Lagu-lagu qosidahnya terkini yang digubah menjadi lirik shalawatan..
Suasana makin meriah ketika Qosidah memberi kesempatan Ibu Nyai Qosim, para santriwati dari Yayasan Panti Asuhan YKSUWI dan santriwati dari Ponpes Al Istiqlal, Kec. Deket, Lamongan ikut menyemarakkan panggung Sholawat Bareng Alumni SMPN1 82 dan SMPP 85 itu.
Adapun sesi berikutnya, Ustad Moh. Machmud didaulat oleh Ketya Panitia, H. Mulkan untuk memimpin tahlil untuk “Kirim Doa” kepada para teman – teman alumni dan guru-guru yang telah meninggal. Dari catatan pengurus Khotmil Quran Alumni dua sekolah favorit di kota soto ini kepada jurnalis MM, ada sekitar 37 -40 an dari teman dan guru yang telah berpulang ke rahmatullah.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia sekaligus penggagas acara H. Mulkan saat memberi sambutan dan membuka acara. Dalam sekapur sirihnya pria yang juga mantan Camat Babat dan Kalitengah ini mengucapkan terima kasih atas partisipasi, rasa guyup rukun persaudaraan tanpa pamrih, dan kebersamaan dua alumni.
“Alhamdulillah acara Sholawatan Bareng yang kita gelar ini lancar, sukses atas donasi yang tulus ikhlas, partisipasi teman-teman yang tentunya tidak bisa saya sebutkan. Tidak lupa juga sahabat kita, Hj. Hayuk Muharti dan keluarga besarnya yang memberikan fasilitas tempat, dll. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk mengisi rohani kita. Menambah bekal ilmu agama dari tausyiah kiai kita, guru kita KH. Moch. Qosim yang sekaligus ulama panutan kita, ” tuturnya.
Acara inti Sholawat Bareng Alumni SMPN 82-SMPP 85 menjadikan halaman Ruko Bintang Raya serasa bergetar, langit nan cerah, hawa udara pun membawa energi illahi, saat semua jamaah bersholawat bersama KH. Moch. Qosim.
Dengan gaya khasnya yang cukup cair, berceramah singkat namun merupakan inti dan simpulan ilmu, selanjutnya jamaah dimanjakan dengan pemahaman lewat nada (lagu) dan dakwah.
Semua ikut Bersholawat. Antara materi yang disampaikan tidak membuat bosan karena kepiawaian beliau. Sambil bersholawatan tidak lupa beliau membagi-bagi hadiah atau doorprize pada jamaah.
Dalam inti tausiyahnya, Kiai Qosim membeberkan hakikat Cinta Rosulullah. Bahwa begitu besarnya Cinta Nabi SAW pada umatnya, maka sebagai insan yang bertaqwa harus bisa menunjukkan timbal baliknya. Seberapa besar cinta kita pada Sang Rasululkah SAW itu.
Ada makna religius dan spiritualitas di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah umat Islam akan bersuka cita sambil meneguhkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW itu juga merupakan refleksi kecintaan terhadap Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
“Katakanlah (Muhammad); Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran ayat 31)
“Jadi saya benar-benar bangga dengan alumni yang juga siswa saya, menggelar acara sholawatan. Hal ini untuk membuktikan kecintaan kita kepada Muhammad SAW. Bahwa selain bukti cinta kepada Rosul itu, juga sebagai bentuk pengharapan kita akan syafaat Rasulullah SAW kelak di hari kiamat”, tegasnya.
Sedangkan di akhir acara sholawatan, Pak Qosim berpesan pada jamaah, khususnya dua alumni, yang rata-rata telah berumur, dengan hikmah mencintai Nabi ini, menjadikan hamba tidak lalai, dan hanya mementingkan urusan duniawi. Hingga lupa bekal hidup yang abadi di sisi Sang Ilahi.
Tidak lupa Kiai Qosim memberi tips agar jamaah bisa berumroh, atau berhaji. Juga macam dan syafaat berbagai Sholawat untuk kemaslahatan hidup.
Acara Sholawatan Bareng Alumni SMPN 82- SMPP 85 pun berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Ditutup Doa oleh Kiai Qosim, dilanjutkan Ramah Tamah dan sesi foto bersama layaknya reuni antara guru dan siswa, terutama bagai para alumni SMPP 85, dimana dulu Kiai Qosim sempat mengajar di sekolah legendaris itu.
*DANAR SP*
