Pilgub Jatim 2024 Analis Soroti Debat Pilgub Jatim 2024: Luluk Sangat Mengejutkan!

SURABAYA–Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio (Hensat) memberikan tanggapan terkait dengan penampilan para calon gubernur dalam event debat perdana dari Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2024.

Menurut Hensat, debat perdana ini menunjukkan warna-warni dari tiga pasangan calon yakni Khofifah Indar Parwans -Emil Dardak, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar (Gus Hans) dan Luluk Nur Hamida-Lukmanul Khakim.

Luluk misalnya, ia menilai bahwa sosok tersebut bisa mengimbangi dua pesaingnya meski elektabilitasnya saat ini tergolong rendah di Pilgub Jatim 2024. Ia tampil lepas, percaya diri serta menawarkan visi ambisius dengan janji bahwa tidak ada lagi pengangguran di Jatim.

“Penampilan Luluk sangat mengejutkan, bahkan mampu mengimbangi Khofifah dan Risma, meskipun dari segi elektabilitas dan popularitas, Luluk masih tertinggal,” ujar Hensat, dilansir Minggu (20/10).

Sementara Khofifah tampil dengan lebih tenang dan percaya diri, mengingat statusnya sebagai petahana. Ia lebih fokus memaparkan kelanjutan program-program serta keberhasilan pemerintahannya bersama Emil Dardak.

Adapun Tri Rismaharini terlihat lebih lambat dalam mendapatkan momentum selama debat, namun ia mulai menunjukkan karakter aslinya menjelang akhir acara. Risma tampil santai dengan gaya ceplas-ceplos yang khas, serta mengenakan busana muslimat yang mencuri perhatian, terutama bagi warga Muslimat di Jatim.

Debat perdana ini akan mempengaruhi elektabilitas ketiga pasangan. Hensat mengatakan hal ini tidak terlepas dari penampilan masing-masing calon, khususnya calon wakil gubernur tiap pasangan.

Ia secara khusus memberikan pujian tersendiri untukLuqmanul Hakim. Alasannya sosok tersebut dinilai telah memberikan warna tersendiri untuk debat perdana dari Pilgub Jatim 2024.

Hensa menyimpulkan bahwa penampilan ketiga calon gubernur sangat luar biasa, dengan masing-masing membawa dinamika yang berbeda dalam perdebatan politik tersebut.

Sementara itu Debat pertama calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur (Jatim) digelar di Graha Unesa.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menyiapkan tema dan tujuh panelis untuk debat adu gagasan dalam Pilkada Jatim 2024.

Tema debat perdana Pilgub Jatim 2024 adalah transformasi sosial dan peningkatan produktivitas sumber daya lokal untuk kesejahteraan masyarakat Jatim. Tema tersebut mencakup tujuh subtema: ekonomi berdaya saing, pendidikan, kesehatan, demografi dan kemiskinan, masyarakat digital, ketahanan sosial, serta penguatan budaya lokal.

1. Pasangan Luluk-Lukman

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah, menyoroti sejumlah masalah krusial seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, serta tingginya angka putus sekolah.

“Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur saat ini merupakan yang tertinggi di Indonesia, dengan lebih dari 1 juta orang yang masih menganggur,” ujar Luluk.

Selain itu, Luluk menyoroti minimnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki legalitas formal. Dari total 9,6 juta UMKM di Jawa Timur, hanya sekitar 1,5 juta yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Hal ini menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk berkembang lebih jauh dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Luluk juga mengkritisi bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang seharusnya siap kerja, justru menjadi penyumbang terbesar dalam tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur.

Anak-anak lulusan SMK, yang seharusnya siap kerja, ternyata justru menjadi penyumbang terbesar pengangguran terbuka di Jawa Timur,” kata dia.

Luluk berjanji untuk membenahi permasalahan ini, dengan komitmen kuat untuk membawa perubahan.

“Kami memiliki niat dan tekad untuk mewujudkan Jawa Timur yang lebih baik, lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih makmur,” ujarnya.

2. Pasangan Khofifah-Emil

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, memaparkan capaian kinerja mereka selama menjabat. Khofifah mengungkapkan bahwa pertumbuhan investasi di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan.

“Investasi di tahun 2023 merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Pertumbuhan ini bersifat inklusif, dan tingkat pengangguran di Jawa Timur lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran nasional,” katanya.

Khofifah menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Provinsi Jawa Timur siap menjadi gerbang bagi Ibu Kota Nusantara,” kata dia, menambahkan.

Selain itu, Khofifah juga menjelaskan bahwa saat ini Jawa Timur menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Ia menyebut produksi padi dan daging di Jawa Timur tertinggi secara nasional.

“Ini adalah bukti bahwa para petani dan nelayan di Jawa Timur telah bekerja dengan sangat keras,” katanya.

Dalam menghadapi era baru kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Khofifah menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan mereka demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2024.

“Khofifah-Emil, Insya Allah, akan membawa Jawa Timur semakin maju, makmur, adil, dan unggul. Jatim berprestasi untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

3. Pasangan Risma-Gus Hans

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini, mengedepankan konsep birokrasi yang bersih dari praktik korupsi apabila terpilih dalam Pilgub Jatim 2024.

“Birokrasi resik adalah modal utama kami. Jika birokrasi bersih tanpa korupsi, pembangunan akan berjalan lebih efektif dan efisien,” kata Risma saat memaparkan visi dan misinya.

Risma berjanji untuk menghadirkan reformasi birokrasi yang mampu menciptakan layanan publik yang cepat, bersih, dan solutif bagi masyarakat.

“Birokrasi pemerintahan yang berintegritas, tanpa diskriminasi, akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Jawa Timur, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Mengenai ketahanan sosial, Risma menyoroti pentingnya peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat.

“Jadi kesenjangan ekonomi harus diturunkan, kemudian masyarakat bisa lebih sejahtera untuk mengakses layanan-layanan pemerintah lebih baik,” ujarnya.

Risma juga menawarkan solusi ekonomi kerakyatan yang inklusif, dengan anggaran yang berpihak kepada rakyat, serta kebijakan yang partisipatoris.*Imam Kusnin Ahmad*