بسم الله Semangat Idul Adha dalam Prespektif Peradaban Sosial Dunia

Oleh : Prof. Mahmud Mustain  Guru Besar ITS Surabaya.

بسم الله
الحمد لله
Sy tertarik dengan ayat, فصل لربك وانحر

Setelah menerima alkautsar (arti sempit, telaga), yg berarti luas semua kebaikan dunia dan akhirat. Maka kita diperintahkan sholat dan berkorban.

Sholat berprespektif pembangunañ peradaban perdamaian dan kesejahtraan dunia. Sedangkan berkurban adalah berprespektif pembangunan peradaban sosial dunia.

Dengan sholat berjamaah di masjid/mushollah 5 kali sehari berarti membangun embřiyo persatuan. Embriyo ini akan membesar saat jumatan di tempat ibadah tersebut dĺm sepekan sekali. Dalam skala tahunan sdh tdk lagi embriyo yakni sdh berupa komunitas yg berkumpul pada saat sholat idain.
Untuk skala dunia ada ritual haji yg bisa mempersatukan dari berbagai bangsa.

Alhasil modal besar perdamaian dan kesejahtraan dunia sdh dibekali oleh Allah SWT berupa syariat sholat dan haji.

Kesejahtraan dunia tdk akan tercapai tanpa adanya perdamaian.
Perdamaian dunia hanya bisa tercapai dgn adanya persatuan dan komunitas yg terhimpun kuat. Hal ini seperti kentalnya yg kita rasakan antara sesama anggota jamaah sholat.

Sedangkan korban dalam prespektif budaya sosial sungguh memberikan tambahan kekuatan jiwa sisial seperti empati, persaudaraan dll.

Berkòrban demi penguatan kebersamaan dlm komunitas pembangun *peace building*. Hal ini sungguh bisa riil mewujudkan kecintaan sesama hamba Allah SWT.

*Alhasil* sinergi antara sholat dan kurban adalah perwujudan upaya pencapaian peradaban peradamaian dan kesejahtraan dunia dalam skala komunitas yg dilingkupi.
Monggo kita tambah semangat beribadah.