
Catatan : Gus Miskan Turino.
Ada apa dengan Megawati, Atiqoh dan Yeni Wahid ?.
Megawati adalah Ketum PDIP, Atiqoh Istri Capres Ganjar Pranowo kader PDIP dan Yeni Wahid penasehat TPN Capres Ganjar Pranowo.
Jauh paskah pertemuan Ganjar dengan Nyai Shinta Wahid Istri Almaghfurlah KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) di Ciganjur dan singkat cerita, pada akhir pertemuan Yeni Wahid kala itu sempat berstatmen jelas : “jika diperlukan akan membantu mobilisasi atau mengamankan suara Ganjar di Jatim”.
Namun saat bersamaan jadwal resmi kampanye dan diluar itu terjadi duet srikandi Ganjar (Atiqoh dan Yeni Wahid) di Jatim.
Gerakan duet tersebut kini sedang menjadi isu publik, duet tersebut apakah bagian dari penguatan gerakan Yeni Wahid melakukan mobilisasi suara atau sebaliknya justru nempel Yeni untuk memastikan optimalisasi jalannya Yeni Wahid di Jatim atau bgaimana ?.
Jika dihubungkan dan
dilihat dari latar belakang hubungan politik antara Gusdur dan Megawati (saat sebagai Presiden dan Wakil Presiden kala itu), tentu ini menjadi pertanyaan publik atas sikap dan kepercayaan Megawati sebagai Ketum Partai yang akhir2 ini justru tingkat sensitifitasnya sangat tinggi, oleh karenanya jangan2 turunnya Atiqo berduet dengan Yeni Wahid di Jatim adalah bagian dari kekhawatiran Megawati terhadap kinerja Yeni Wahid.
Dari sifat pendendam Megawati yang hingga kini semakin nampak jelas.
Publik mengkhawatirkan bahwa jika nempelnya Atiqoh pada Yeni Wahid di Jawa Timur adalah bagian dari sikap yang berlebihan Megawati terhadap Yeni Wahid, maka hal itu justru akan menjadi blunder baginya.
Oleh karenanya agar publik tidak menaruh kecurigaan, sebaiknya elit PDIP membagi tugas pada dua srikandi Ganjar pranowo (Atiqoh dan Yeni Wahid) di Jatim menjadi dua wilayah terpisah tidak gandeng seperti saat ini agar bisa menghindari resiko isu publik yang sangat mengkhawatirkan terhadap hubungan kinerja politik keduanya.
Semoga spekulasi publik terhadap dua srikandi tersebut tidak terjadi dan takkan terjadi, sebab jika isu dan opini publik benar2 terjadi, maka habislah riwayat Ganjar di Jatim.
Semoga Tuhan (Allah Swt) tidak marah….
Salam,
Miskan Turino
