Halaqoh Fikih Peradaban Jilid Kedua

Catatan Gus Ulil Abshar Abdalla.

Sejak tahun lalu, PBNU menggagas forum yang menjadi ruang diskusi, pertukaran gagasan dan sekaligus silaturrahim bagi para kiai dan ulama NU di seluruh Indonesia. Forum itu disebut Halaqah Fikih Peradaban. Tujuan pokok forum ini adalah mendorong para kiai mendialogkan tradisi keilmuan pesantren dengan realitas peradaban baru. Istilah yang dipakai di zaman Gus Dur dulu: rekontekstualisasi kitab kuning.

Halaqah jilid pertama sudah berlangsung dengan sukses tahun lalu, dari Agustus hingga Desember 2022. Halaqah pertama dibuka pada 5 Agustus 2022 di Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Ada dua ratus lima puluh halaqah yang berlangsung di seluruh pesantren seantero nusantara pada tahun lalu.

Tahun ini akan berlangsung Halaqah Fikih Peradaban jilid kedua yang dibuka hari ini (Rabu, 4 Oktober 2023) di Pesantren Asembagus, Situbondo. Kiai Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU, akan langsung membuka rangkaian halaqah tahun ini. Sebagaimana tahun lalu, akan ada dua ratus lima puluh halaqah yang akan berlangsung di seluruh Indonesia.

Ada sejumlah lembaga PBNU yang terlibat dalam penyelenggaraan halaqah ini: Lakpesdam, RMI (Rabthah Ma’ahid Islamiyah/Asosiasi Pesantren-Pesantren NU), dan LBM (Lembaga Bahtsul Masa’il).

Mohon doa semoga rangkaian halaqah tahun ini sukses dan membawa maslahat.