
Catatan Gus Kampung : Gus Miskan Turino.
Potensi bergesernya konflik paham dari kawasan Timur Tengah ke internal muslim Indonesia perlu diwaspadai, karena masyarakat Islam falam menyikapi persoalan bengsa berpegang pada fiqih klasik ansik.
Antisipasinya adalah bahwa besuk2 ketika alih jaman atau generasi ?, bahkan hari ini indikasi kinflik tersebit sudah terlihat terjadi dualisme pemikiran di kalangan orang Islam Indonesia dalam menyikapi kehidupan berbangsa ;
1. Kelompok fiqih klasik (NU generasi lama wa ala alihi).
2. Kelompok fiqih peradaban (NU generasi baru wa ala alihi).
Oleh karenanya NU punya tanggung jawab mensosialisasikan fiqih peradaban minimal pada warga NU sendiri.
Indikatornya adalah adanya sebagian Gus dan Kyai terlepas.mereka paham atau tidak soal pengelolaan negara, termasuk kejadian atau peristiwa ploso (kyai sepuh mendesak nu untuk.mendukung capres) sangat terlihat masih kuat memegang fiqih klasik sebagai dasar dalam menyikapi persoalan kebangsaan, artinya budaya mayoritas kelompok identitas itu dianggap wajib hukumnya untuk memimpin negeri yang mayoritas muslim, padahal kita lupa bahwa semuanya itu sebenarnya telah selesai dengan disepakatinya azas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berupa “Pancasila”, Bhineka Tunggal Ika” dan “Sumpah Pemuda”.
Bahkan Manhaj kebangsaan ulama jelas yaitu, “Nasionalis Religius”
