Gelaran Lomba Gerak Jalan Tingkat SD/MI Kec. Genteng Mecetkan Jalan Protokol

Genteng, 23 Agustus 2023-
Antusiasme masyarakat Genteng terlihat saat gelaran lomba gerak jalan tingkat SD/MI melintas di jalan Wahid Hasyim sampai garis finis jalan Hasyim Asyari Gentengwetan. Maklum tiga tahun tanpa perayaan HUT Kemedekaan akibat wabah Civid19.

Semua pihak harus menerima dan bersabar, teruma pengguna jalan raya. Beberapa jam terganggu oleh anak-anak kita yang sedang berpartisipasi merayakan HUT ke-78 Kemerdekaan. Ada seratus delapan puluhan peserta barisan, terdiri atas barisan pa-pa SD/MI se-Kecamatan Genteng.

Menurut ketua umum panitia 17-an Kec. Genteng, Nursalim, S.Pd. bahwa “ada banyak kritik terkait dengan lomba gerak jalan. Pertama menganggu lalu-lintas jalan.

Benar memang, kami menyadari itu tapi kami minta masyarakat bersabar karena hanya beberapa jam saja.

Kedua saat latihan di jalan-jalan padat kendaraan bermotor bisa membahayakan keselamatan. Lha ini, yang perlu dipatuhi oleh pihak sekolah karena pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dishub sudah mengeluarkan surat edaran melarang latihan gerakan jalan di jalan-jalan kelas nasional dan jalan padat kendaraan”.

Sementara itu tokoh dan sekaligus pakar pendidikan Kab. Banyuwangi, H. Mochammad Rifai, M.Pd. menilai giat lomba gerak jalan SD/MI hanya sekadar sarana, momen, untuk membangun pengalaman anak-anak bersentuhan dengan penanaman jiwa patriotik.

Kalau dilihat dari substansi baris berbaris jelas, anak-anak usia SD/MI belum bisa menjiwai arti gerak jalan. Mereka masih menunjukkan gerakan berjalan bersama dalam irama baris berbaris. Ya itulah anak-anak”, cetus Mbah Guru.

Masih menurut Mbah Guru yang juga konsultan ahli Dewan Pendidikan Kab. Banyuwangi memberikan kritik “…anak-anak peserta gerak jalan yang cewek itu sebaiknya ditampilkan natural, tanpa dihias wajah layaknya orang dewasa.

Anak-anak yo anak-anak, seperti normalnya anak. Lihat anak-anak di negara maju, tidak terlihat tampil di panggung dengan berhias wajah kayak orang dewasa”. Iya benar juga ya. Tapi ini Banyuwangi Mbah… celetuk seorang panitia.

Prinsip Mbah Guru Rifai, mantan Kasek Fenomenal dan juga pembina PGRI itu mengapresiasi para pembina, para guru, yang begitu semangat dan ikhlas mengawal murid-muridnya sampai paripurna kegiatan.
MGR Jurnalis Menaramadinah