
Lamongan, Menaramadinah.com.- Hari kedua rombongan Kunjungan Kampus & Edu Wisata 2022 SMANKAR Lamongan di Kota Semarang ini mengkhususkan eksplor wisata yakni Cagar Budaya dan Sejarah Lawang Sewu dan wisata alam Dusun Semilir.
Kamis pagi, (14/22/2022), pukul 08.09 WIB rombongan Smankar sudah tiba di Lawang Sewu yang merupakan salah satu bangunan yang dibangun pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia. Di masa itu bernama Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Belanda pada 1904.
Tour Guide Mbah Mardi menbagi informasi bahwa arsitek Lawang Sewu adalah Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag dari Amsterdam. Bangunan yang dirancangnya berupa elemen lengkung dan sederhana, dengan desain menyerupai huruf L serta memiliki jumlah jendela dan pintu yang banyak sebagai sistem sirkulasi udara.
“Sudah tersohor dan penamaannya Lawang Sewu (seribu pintu) karena bangunan ini tampak memiliki banyak pintu dan jendela yang dilihat sangat banyak itu. Padahal kalo dihitung bangunan ini hanya memiliki 429 pintu,” katanya.
Pagi yang cerah itu siswa Smankar eksplor wisata sejarah Lawang Sewu dengan dipandu beberapa guide khusus di Lokasi. Selain juga Mbah Mardi dan dikuatkan guru Sejarah yang juga pembimbing siswa, Bapak Sutaji, S.Pd.
Mereka melihat bangunan khas kolonial belanda ini, dari lorong ke lorong dan tidak lupa tempat yang dianggap mistis yakni Bunker di Gedung A yang dulu dipakai sebagai penjara dalam tanah oleh penjajah Jepang.
Puas menjelajah di tiap jengkal ruangan klasik Lawang Sewu untuk diabadikan sebagai momen foto, para siswa bersantai di halaman tengah, menikmati jajanan dan panggung musik. Diakhiri foto bersama tiap regu atau bus bersama para pembimbing.
Setelah eksplor Lawang Sewu yang akan berlanjut ke Dusun Semilir, rombongan Smankar lebih dulu singgah di pusat oleh-oleh khas Semarang yang berpusat di kawasan Jl. Raya Kaligawe Semarang.
Di wisata kuliner ini para siswa dan pembina sudah membidik jajanan khas kota Atlas. Seperti lumpia, kue mochi (moaci), bandeng presto, tahu baxo, kue sarang madu, roti ganjel rel, rempeyek tumpi, roti lapis gulung, wingko, kopi banaran, carica, dan aneka jejamuan herbal.
Kelar berbelanja di pusat oleh-oleh, perjalanan berlanjut menuju wisata Dusun Semilir yang akan ditempuh sekitar 45 menit. Namun sebelumnya, rombongan Smankar melakukan Ishoma di sebuah rumah makan di kawasan Bawen yang merupakan langganan para travel, atau wisatawan.
Tujuan terakhir eksplor wisata Smankar adalah Dusun Semilir Semarang. Sebuah wisata Eco Park baru yang terletak di Jalan Soekarno Hatta no. 49, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Tempat wisata di dataran tinggi Bawen ini memadukan wisata alam dengan wisata insagramable yang kekinian. Disain bangunananys unik dengan arsitektur yang merupakan perpaduan elemen tradisional dengan elemen modern.
Beberapa wahana yang menarik seperti edukasi, permainan hingga wisata Alam. Dengan desain bangunannya yang unik, wahana disini sangat cocok dijadikan spot foto instagramable, sendiri, berkelompok atau bersama keluarga.
Ada beberapa wahana yang ada di Dusun Semilir yang bisa menjadi spot foto instagramable yang diminati para siswa Smankar ini untuk berselfi dan berfoto bersama, seperti : 1. Alas Tirta. 2. Jembatan Senggol. 3. Alun Eropa. 5. Perosotan Warna-warni. 6. Tempat Makan di Restoran Gunungan. 7.Area kuliner yang Sepoi Sepoi Foodcourt dan Jembatan Senggol.
Dari pantauan media ini para siswa lebih memilih untuk mengadu adrenalin di wahana Prosotan. Sedangkan yang lain tetap mengunjungi berbagai wahana yang gratis untuk membuat momen kenangan terindah yang tidak terlupakan.
*DANAR SP*
