
Oleh : Moch Agus Slamet, SE, MM Wapemred menaramadinah.com.
Peluang usaha baru,jangan lantas di buat sebagai bisnis utama.Hal ini di sampaikan penulis yang juga selaku pembina asosiasi porang Jawa Timur, usai menjalankan sholat duhur berjama,ah di siang hari ini.
Peluang tanam porang yang di awal di terima info yang amat sangat menggiurkan dengan nilai ekonomis tinggi, juga bisa di kerjakan dengan model tumpang sari dengan hasil panen yang amat sangat menggiurkan tidak lantas di buat sebagai bisnis utamanya.
Kehadiran bisnis baru yang masih tergolong awam juga untuk kelanjutannya juga perlu proses belajar yang memungkin tidak semanis cerita yang di dengarnya untuk tahun tahun berikutnya,membuat kehati hatian dalam mengambil langkah.
Ketersedian lahan yang ada tidak lantas semua untuk tanam porang tetapi di terapkan langkah di mulai dari resiko terkecil yang di ambilnya.Kisaran seperempat lahan yang di coba untuk di tanami,dengan harapan lima bulan ke depan munculnya bibit baru dari hasil tanaman bisa di gunakan untuk mengisi di lahan kosong berikutnya.
Kejadian hari ini yang mulai banyak yang mengeluh dengan harga jual porang tidak sesuai harapan dan mulai muncul keresahan di sana sini terkait hal tersebut,tidak membuatnya larut dalam kebingungan, mengingat hari hari ini targetnya bukan menjual tapi terus menanan.
Kejadian yang sekarang ini menjadikannya bersyukur, karena tidak latah langsung hantam kromo untuk full di bisnis porang,tapi kegiatan tanam porangnya hanya sebatas banyak di manfaatkan untuk belajar dan menyelami keadaan. Bagaimana tanggapan anda.?
