
BerikutĀ ini wawancara khusus dengan Gilang Adiwidya Sporitualis Gresik. :Pertanyaan, pertama, mengapa terjadi gempa di Tasikmalaya Banten.
1.NYI RORO KIDUL yg ditantang oleh Salah Satu Akun Sosmed yg digelar 22 Agustus 2019 yg saya Yakini keberadaanya orang itu Sekarang merasakan diguncang Gempa sbgai jawaban peringatan Nyi Roro Kidul Karena Pantai Karanghawu disukabumi juga pintu masuk kerajaan Gaib Nyi Roro Kidul yg dikeramatkan.

2.Mengharamkan Wayang kulit di Berbagai tempat yg kini dilanda Gempa justru menodai perjuangan Para Wali Songo sbgai media Dakwa yg santun di eranya.
3.Tasikmalaya-BantenTermasuk dalam Kawasan Samudera hindia yg baru baru ini menunjukan tengara Alam disekelilingnya .
Munculnya kawanan ikan lumba lumba di Pantai Lovina, Buleleng, Bali ,Fenomena topi Awan digunung Rinjani yg paling Utama meletusnya Gunung Tangkuban perahu 29 juli 2019 dan Erupsi kembali beberapa jam sebelum terjadinya Gempa didaerah Tasik malaya – Banten yg mengakibatkan terserabutnya Paku Bumi yg mengoyangkan Jawa Barat dan sekitarnya.

Pertanyaan kedua, pertanda apakah gempa itu.
Gempa ini merupakan suatu peringatan Gaib secara langsung akibat takabburnya para tokoh tokoh masyarakat yg Baru dgn merusak tatatan khususnya Adat & Tradisi yg secara turun temurun dilestarikan dgn mengatasnamakan Agama Islam padahal kearifan lokal bersumber pada islam Agama Rahmatan Lil Alamin bilamana hal itu masih terus dilakukan yg pasti Allah Akan membersihkan kaum itu seperti Zamannya Nabi Nuh atau mereka akan Ditengelamkan dgn Tsunami karena mereka telah mengotori tangannya sendiri.

Pertanyaan ketiga, bangsa indonesia harus bagaimana menghadapi pertanda itu agar selamat.
Teriakan Takbir jangan menjadikan diri kita jadi orang besar dgn merendahkan orang orang yg telah menjaga tradisi agar menjadi bangsa yg kuat dan beradap karena Takbir sbgai pengakuan iman & Taqwa kita kepada Allah Maha Besar sehingga kita wujudkan dikehidupan sehari hari dgn SABAR SAREH SUMEH DAN SEMELEH sbgai sesama Makhluk CiptaanNya.

Maka hendaklah pemerintah dgn tegas Agar adat istiadat & tradisi budaya tak cukup dgn Undang undang Cagar Budaya Saja tapi harus turun Gunung melihat perubahan besar pendidikan formal dan non formal.yg kini justru mengerus moral generasi muda indonesia yg minim dalam Adat & Adap sebgai Bangsa yg besar yg mempunyai toleransi beragama yg Tinggi dgn Bhineka Tunggal ika agar kelak menjadi pewaris negeri Gemah Ripah Loh Jinawi tata tentrem kerta raharja.
Husnu Mufid
Jurnalis Citizen menaramadinah.com
