Studi Wisata Smankar, Jelajah Eksotika Alam & Budaya Dewata (1)

Lamongan-Menaramadinah. com. Salah satu kegiatan rutin Studi Wisata ke Pulau Dewata Bali dengan tema belajar di alam, sejarah dan budaya dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Karangbinangun, Sabtu-Selasa, tanggal 19-22 Maret 2022.

Kegiatan yang merupakan program tahunan untuk para siswa kelas XI di tahun 2022 ini memilih Pulau Seribu Pura (sebutan Pulau Bali, red) sebagai destinasinya. Dengan tujuan untuk menambah wawasan siswa tentang tanah air khususnya di Pulau Bali, mengenal lebih dekat tempat wisata di Pulau Bali. Berekreasi / refresing untuk penyegaran setelah menjalani PHB semester genap dan mendekatkan teori yang diterima di bangku sekolah dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Studi wisata diikuti oleh para siswa kelas XI dengan dukungan para wali murid dan didampingi utamanya oleh para wali kelas dan beberapa guru lainnya. Di tahun 2022 ini Smankar memilih beberapa objek yang dikunjungi antara lain : Tanah Lot, Bedugul, Air Terjun Blangsinga, Kresna, Cening Bagus, Joger, menyaksikan Tari Barong dan Desa Adat Panglipuran.

Di acara seremonial pemberangkatan dan pelepasan peserta kegiatan studi wisata ini, kepala sekolah SMA Negeri 1 Karangbinangun, Drs. H. Ali Nurdin, M.Pd. berpesan agar para siswa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar mengenal pulau Bali dan selama kegiatan wajib mematuhi tata tertib yang sudah dibuat oleh panitia, wali kelas dan guru pendamping.

Dalam kesempatan itu kepala sekolah juga memimpin doa agar selama kegiatan semua peserta diberi kesehatan, kelancaran di lokasi wisata dan sampai kembali ke sekolah.

Dari pantauan Menaramadinah. com perjalanan Studi Wisata Smankar di hari pertama berjalan lancar. Lokasi yang dikunjungi Tanah Lot, Danau Beratan Bedugul, Air terjun Blangsinga, wisata belanja-kuliner Kresna dan Cening Bagus.

Di Tanah Lot, siswa melihat kehidupan sosial pedagang yang terdampak situasi Pandemi. Terlihat ratusan kios, lapak-lapak di pasar seni masih tutup dan hanya beberapa saja yang buka.

Di pantai Tanah Lot para siswa antusias menikmati panorama alam eksotil dengan deburan ombaknya. Mereka mengabadikan moment bahagia itu dengan berfoto selfi atau bersama-sama temannya.

Cukup puas para siswa menikmati keindahan alam. Saat di depan Pura Tanah Lot siswa berkesempatan melihat puluhan warga Hindu melakukan persembahyangan. Menurut Bli Gede ritual itu dinamakan Kajeng Kliwon.

Wisata dilanjut ke Danau Beratan Bedugul. Siswa makin sukacita menikmati wisata danau Bratan yang indah. Di pinggir danau berdiri pura Ulun Danu Bratan Bedugul. Pura Ulun Danu Beratan, pura yang sangat unik karena lokasi pura berada di tengah danau. Pada saat air danau naik, pura Ulun Danu Bratan Bedugul akan terlihat terapung pada permukaan air danau.

Di Bedugul ini guide wisata Bli Gede, juga menceritakan adanya sejarah Wali Pitu yakni Habib Umar bin Yusuf Al-Magribi. Ia merupakan salah satu wali pitu di Bali yang berjasa memberikan ajaran-ajaran keagamaan Islam di kawasan pegunungan Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan dan sekitarnya.

“Sebelum wafat sekitar abad XV, Habib Umar bin Yusuf Al-Magribi sempat mendirikan Kerajaan Beratan bergelar Syeh Maulana Raden Hasan,” kata Gede.

Makam Habib Umar bin Yusuf Al-Magribi berada di areal perbukitan yang kini menjadi Hutan Lindung Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), di atas Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Para tetua di Desa Candikuning menyebut gunung ini Bukit Tapak.

Perjalanan studi wisata Smankar hari pertama sedikit terkendala cuaca dan hujan saat menuju area air terjun Blangsinga. Lokasi air terjun cukup rawan. Perjalanan dilanjut ke wisata kuliner dan belanja di Kresna dan Cening Bagus untuk memborong jajanan khas Bali yakni pai susu, kacang disko, kopi Bali dan aneka macam baju, kaos serta souvenir asli tanah Dewata. (bersambung)
*DANAR SP*