‘Suguhan’ Susu Yang Tumpah

Kediri-menaramadinah.con-Puisi yang berjudul ‘Jangan Tangisi Susu yang Tumpah’ termasuk katagori puisi yang lugas atau kasarnya ‘mbeling’ alias agak nakal. Jenis puisi tersebut meledak di tahun 74 sampai dengan tahun 80 an, di pandega ni 23761 Resimilado Yudhistira Ardi Nugraha dll. Salah satu redakturnya majalah Aktuil yang masih hidup.

 

Puisi ‘Jangan Tangisi Susu Yang Tumpah’ ini ada yang bilang ‘Nylekit menggigit’ ada tikungan yang kalau tidak membacasecara utuh akan salah duga. Tetapi di situlah letak keindahan keunikan keorsinalitas ide yang harus tumpah…..

Tanggapan yang beragam dari para anggota dan seniman LESBUMI PC NU Kabupaten Kediri, saat di ‘suguhi’ susu yang tumpah pada malam Perayaaan HSN 2021 dan Mauludan di Pusat Penggemblengan Kesatria LESBUMI PC NU, di Masjid ‘Joglo’ Rahmatan wa Salaman, Desa Titik, Kecamatan Semen, mereka ada yang terdiam, senyum-senyum, bahkan cengar-cengir, ada juga yang dengan sepontan berteriak ‘hidup susu’ sambil tangan mengepal diacungkan ke atas.

Sesaat puisi selesai dibaca oleh penulisnya sendiri M.K Nur Habib,( Sekretaris LESBUMI PC NU Kab. Kediri).

Ada beberapa yang memberikan tanggapan antara lain; Mas Hilmi (Bendahara LESBUMI PC NU), menurutnya isi dan cara menampilkannya puisi tersebut sangat bagus.( Ia sambil senyum-senyum).

Selain itu ada Mbah Rien (KH. Nadirien, kiyai dan juga budayawan Kediri Raya), ” Sae…” Katanya.

Mas Han, atau Gus Han, lengkapnya HM. Arif Hanafi, anggota Divisi Sinematografi LESBUMI PC NU Kabupaten Kediri menyatakan dan mengakui bahwa isi puisi ‘Jangan Tangisi Susu Yang Tumpah’ bagus; bahasanya sederhana penuh dengan makna, bait-bait nya penuh dengan simbul-simbul yang bercerita.

Beberapa kata sedikit ‘nakal’ membuat yang mendengar cengar-cengir. Puisi dengan pesan moral pentingnya menyusui namun dikemas renyah dan cara membaca dan menyampaikannya bagus sekali.”Lugas dan santai” ungkap Gus Han.

Semoga dari Masjid Joglo ini ada sajian-sajian seni-budaya para Kesatria LESBUMI, yang indah, menghibur dan menuntun.
Amin. Nur Habib