
PANDEGLANG – Menjelang musyawarah pemilihan Ketua RT Definitif Jumat 17 April 2026, warga Kampung Babakan Mandala RT.03/RW.03 Desa Mandalasari diajak menengok sejarah berdirinya kampung mereka.
Sebelum tahun 1970, wilayah Babakan Mandala hanyalah kebun yang ditumbuhi pohon pisang dan kelapa. Saat itu hanya berdiri dua rumah. Pertama, rumah H. Dulhamid, tokoh masyarakat yang beristrikan Ratu Suhebah sekaligus kakek dari Diar Mandala. Lokasi rumah itu berada di vila milik Bambang Sukresna alm. Brigjen Anumerta, yang juga masih cucu H. Dulhamid. Kedua, rumah yang disebut “Mbok Umah”, leluhur dari Abah Arman.
“Tanah di daerah Babakan Mandala ini dulu milik beberapa keturunan dari Umi Romlah binti Syech Shohib,” kata Diar Mandala, kolumnis warga sekaligus cucu H. Dulhamid, saat menyampaikan selayang pandang sejarah kampung, Kamis 16/4/2026.
Amanat H. Dulhamid ke Keponakan: Abah Arman
Menurut Diar, H. Dulhamid pernah berpesan kepada Abah Arman, keponakan dari istrinya, Ratu Suhebah. “Kelak bila daerah sini sudah banyak rumah, agar diberikan nama Kampung Babakan Mandala,” ujarnya menirukan pesan sang kakek.
Amanat itu diwujudkan Abah Arman bertahun kemudian. Abah Arman sowan kepada KH. Ahmad Khatib atau Bapak Apik Kadupinang untuk menanyakan nama mushola sekaligus menyampaikan rencana pendirian kampung sesuai pesan H. Dulhamid. Ikhtiar tersebut direstui. Nama Kampung Babakan Mandala disepakati dan dilaporkan ke Pemerintah Desa untuk dibuatkan legalitas sebagai Kampung Babakan Mandala wilayah RT.03/RW.03 Desa Mandalasari, Kec. Kaduhejo-Pandeglang.
“Nama itu bertahan hingga saat ini, April 2026,” kata Diar.
Abah Arman: Perintis dan Ketua RT Pertama
Atas kepercayaan warga, Abah Arman ditunjuk sebagai Ketua RT pertama Babakan Mandala. Diar menyebut Abah Arman merintis kampung dengan berbagai kendala, mulai dari mengusahakan pembangunan mushola dan madrasah, hingga menata masyarakat. Meski masih keturunan Permas dari Labuan, Abah Arman memilih menutup diri dan hidup sederhana bersama warga.
“Kami keluarga besar Mandala mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Abah Arman yang telah mewujudkan amanat leluhur kami,” ucapnya.
Kini, faktor usia membuat Abah Arman mendelegasikan tugas Ketua RT kepada Oky Wiyono. Sejak setahun terakhir, Oky memegang SK Kepala Desa sebagai Pj RT untuk mengambil alih roda pemerintahan sementara di Babakan Mandala.
Relevansi dengan Musyawarah 17 April
Diar menilai pergantian Ketua RT yang akan dimusyawarahkan besok Jumat tidak lepas dari kebutuhan zaman. “Ke depan kegiatan dan program desa cukup banyak, sehingga butuh sinergi antara Pemerintah Desa dengan para Ketua RT dan RW. RT dan RW adalah mitra resmi Kepala Desa,” jelasnya.
Harapan agar Babakan Mandala segera memiliki Ketua RT Definitif muncul supaya program Pemerintah Desa dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Hal itu yang melatarbelakangi rencana Oky Wiyono berkoordinasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk menggelar musyawarah pemilihan.
“Semoga proses pemilihan Ketua RT berjalan baik, melalui musyawarah dan semangat kekeluargaan. Kita berharap Babakan Mandala menjadi lingkungan yang aman, sejahtera, rukun, dan kompak,” tutup Diar.
Kolumnis: Diar Mandala
Pemerhati Babakan Mandala.
