Rumah Oleh Oleh Banyuwangi

 

Membuat “Rumah Oleh-oleh” tidak hanya sebagai terobosan bisnis, tapi lebih mengedepankan pelestarian tradisi dan untuk menghidupkan perekonomian masyarakat desa setempat. Seperti apakah. Berikut ini laporan Aekanu Hariyono:

Ide yang dirancang oleh pemilik Waroeng Kemarang pasangan pak Wowok Meirianto dan bu Ririt Dwi Chryssantien Meirianto dengan menggandeng para koleganya ini perlu diacungi jempol.

Di hamparan sawah didirikan rumah-rumah adat khas masyarakat Osing Banyuwangi gaya tiket balung berdinding bambu sebagai tempat untuk menjual makanan maupun kerajinan yang mempunyai ciri khas masyarakat Osing.

Rumah Oleh-oleh menyiapkan kue tradisional diantaranya : Kue Bagiak, Kelemben, Bolu, Rengginang, Jenang, Keciput, Ladrang dll.
Selain itu Rumah Oleh-oleh juga menjual cindera mata misalnya udeng khas Osing Banyuwangi, baju adat, sarung, kain batik tulis maupun cap. Berbagai macam kerajinan baik yang terbuat dari bambu, kayu kelapa, gerabah dari tanah liat, lukisan juga dijual di sini.

Rumah Oleh-oleh yang berlokasi hanya sekitar 500m di timurnya Waroeng Kemarang di desa Tamansuruh jalan perkebunan Kalibendo ini juga menjual bermacam-macam kopi Banyuwangi di antaranya : kopi Arabica, Robusta, Ekselsa baik biji yang masih mentah atau pun yang sudah siap seduh.

Pengunjung juga bisa santai menikmati kucur, pisang goreng, tahu walik hangat dan kopi sambil menghirup udara segar dan memandang hijaunya hamparan padi.

Note : foto acara launching Rumah Oleh-Oleh, Sabtu 12/6/2021.

(By Aekanu – Killing Doing Banyuwangi)