LINKRAFIN JUARA SATU LOMBA KARYA MUSIK ANAK KOMUNITAS

Jakarta — “Wow…gak kaleng-kaleng,” kata Ayu Dewi saat menanggapi penampilan dari Linkrafin. “saya sampai merinding melihat penampilan Linkrafin” sambung Rizky Kinos sebagai presenter dalam acara yang dipandunya. Hari senin (24/5/2021) bisa menjadi saksi awal kesuksesan komunitas musik lokal yang mampu menghipnotis seluruh Indonesia.

Karya musik anak muda Jember yang tergabung dalam Lingkar Kreatif Independen (Linkrafin) berhasil meraih juara 1 (satu) dalam Lomba Karya Musik Anak Komunitas yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Linkrafin mendapat urutan yang terakhir ketika tampil pada acara Malam Puncak Lomba Karya Musik Anak Komunitas yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. Dalam penampilan tersebut ditampilkan5 (finalis terbaik) dari sebelumnya ada lima belas (15) finalis. Total karya yang diterima Kemenparekraf ada 260 karya yang dikirim dari seluruh komunitas di Indonesia.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yakni Viky Sianipar (musisi); Mia Ismi (Musisi); Astrid Lea (Musisi); Budi Dalton (Akademisi Musik); Mohammad Amin (Etnomusikolog/Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan Kemenparekraf/Baparekraf); serta Juri Tamu Helmy Yahya, Melly Goeslaw, Anto Hoed.

Penampilan dari Linkrafin mampu menghipnotis semua juri. Linkrafin mendapat Standing Ovation dari semua juri termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Astrid Lea memberikan komentar yang pertama, sambil deg-degan, ungkapnya saat memberikan komentar setelah menyaksikan penampilan Linkrafin.

“Jarang banget ketika saya menyaksikan penampilan itu konsepnya dipikirin sampe sedetail ini, tarinya, nyanyinya, vokalnya, aktingnya, itu semuanya lengkap” kata Astrid Lea yang masih agak gemetar.

“Paling penting adalah pada saat kita menyaksikan penampilan dari depan sampai belakang itu, dinamikanya gak ada turunnya dan itu semua bikin itu enjoy banget” kata Astrid Lea.

“Menurut saya penampilan Linkrafin itu tak ada kurangnya, dari nyanyinya, vokalnya, sindennya, juga tarian tariannya, kalian Keren Banget ” komentar Astrid Lea dan disambut tepuk tangan penonton.

Komentar luar biasa juga disampaikan Helmi Yahya yang pada saat itu sebagai Juri Tamu. Helmi yahya menyampaikan pendapat jika penampilan Linkrafin adalah yang terbaik dari lima finalis lainnya.

“Lagu itu bukan saja santapan untuk telinga, tetapi juga perlu visual. Penampilan visual dan audio visual Linkrafin ini menurut saya adalah penampilan yang sempurna” ungkap Helmi Yahya.

“Dari lima finalis, Linkrafin inilah yang terbaik, penampilannya lengkap banget. dari intronya dipikirin banget, gerakan-gerakan, ritmenya, tarian, unsur tradisinya luar biasa, jadi ini komplit banget” tambah Helmi.

“Saya pikir, Indonesia berhutang kepada Jember, setelah Jember membetot perhatian dunia melalui karnivalnya, kali ini melalui lagu, tak heran jika linkrafin itu lahir di Jember.” kata Helmy Yahya dengan meyakinkan dengan kreatifitas anak muda Jember.

Menurut Helmi Yahya, Kreatifitas sudah tak diragukan lagi jika Jember Carnival telah membuat orang di seluruh dunia untuk datang. “Wow, Indonesia bisa bikin kayak yang di Brazil seperti mardigra, dan saya kira ini lebih dahsyat karena tradisi kita lebih hebat” ungkap Helmi Yahya.

“Melihat kostumnya, gerakannya, unsur teaternya dan saya pikir ini pantas dan sekali lagi, satu Indonesia tertuju pada Jember,” tutup pernyataan Helmi Yahya.

Melly Goeslaw mengatakan, “kalau Kemenparekraf tak mau support Linkrafin ke mata dunia, karena mereka ini bisa dibawa keliling dunia, untuk main disana, dan disaksikan oleh dunia, kalau Kemenparekraf tidak mau, maka saya yang ambil.”
(Trs70)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *