Kembang Turi

Catatan Eko Tawantoro.

Makan siang hari ini rasanya seperti dejavu…Pasalnya, menu bekal yang dibikinkan istri buat ransum di kantor –hari libur ini kebetulan pas ketiban onduty alias giliran jaga– mengingatkan pada jaman kuliah 30 tahunan lalu.

Saat itu, mie instan dipadu kembang turi adalah menu andalan sekaligus asupan istimewa bagi kami, bocah-bocah setengah edan penghuni markas Cemara Biru Jember. Mie instannya cukup satu bungkus, tapi kembang turinya (yang kami sogrok gratis di pinggiran kampung sekitar markas) bisa sebakul munjul. Saat memasak, takaran airnya ditambahi melebihi dosis yang seharusnya, maka sebungkus mie instan dan sebakul kembang turi itu pun bisa menjelma sayur sekaligus lauk yang banyaknya sewajan penuh…

Setelah ditaburi garam dan potongan cabe rawit yang pohonnya kami tanam sendiri di belakang markas, menu dahsyat itu pun siap kami santap bersama nasi liwet, reriungan bareng-bareng 6 hingga 7 orang penghuni Cemara Biru.