
Di tengah pandemi banyak anggota masyarakat yang sudah mulai merasa tertekan, stres, sedih bahkan sakit. Oleh karena itu banyak orang berharap agar pandemi virus corona segera berakhir.
Menghadapi ini semua, banyak para sepuh ( Ulama ) menghimbau kepada masyarakat untuk lebih sering mengadakan doa bersama.
Diantara doa bersama tersebut dengan pembacaan Ratib Haddad ataupun dzikir yang lainnya, lalu apa yang dimaksud Ratib Hadad ?
Ratib haddad merupakan salah satu zikir yang sering dibaca. Bacaan tersebut biasanya dilafalkan ketika sedang acara tasyakuran (selamatan), hingga tahlilan.
Ratib secara lughowi adalah kegiatan yang dilakukan secara rutin, berkesinambungan, kontinyu, istiqamah, keteraturan dan terus menerus.
“Di dalam Ratib Al Haddad adalah Kumpulan lafadz ayat Alquran, dzikir dan doa yang disusun sedemikian rupa dengan riyadhoh serta dibaca secara rutin dan teratur.
Ratib adalah kumpulan doa dan dzikir yang dibaca rutin dan berlandaskan kepada sumber Alquran dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
Istilah Ratib juga digunakan di kebanyakany negeri Hadhramaut Yaman, dalam menyebut dzikir-dzikir yang pendek. Serta dengan bilangan zikir yang sedikit (seperti 3, 7, 10, 11 dan 40 kali), kemudian selalu diamalkan dan dibaca pada waktu-waktu tertentu, yaitu pagi dan atau malam hari.
Nama Ratib al Haddad diambil dari nama penyusunnya, yakni al Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad (1055-1132 H.). Dari beberapa doa-doa dan dzikir-dzikir yang beliau susun, Ratib al Haddad inilah yang paling terkenal dan masyhur.
Beberapa ulama salaf menjelaskan, di antara keutamaan ratib ini mereka yang tetap mengamalkannya adalah dipanjangkan umur, mendapat husnul khotimah, dijaga segala kepunyaannya baik yang di laut dan di bumi, dan senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT.
“Bagi mereka yang mempunyai hajat tertentu, membaca ratib dengan berwudhu, menghadap kiblat dan berniat apa kehendaknya Insya Allah dikabulkan Allah.
Rasulullah SAW bersabda,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang hari.” (QS. Al-Ahzab: 41).
Sementara kandungan dalam ratib Al Haddad, sangat dalam dan istimewa, kalimatnya cukup panjang namun jika paham maknanya seseorang akan larut di dalamnya, seakan berdialog dalam doa :
1. Fadhilah Fatihah
2. Fadhilah ayat kursi
3. Ayat penghabisan Al Baqarah
4. Dzikir
5. Lafadz Al Baqiyausshalihat
6. Tasbih
7. Kalimat Taubat dan Istighfar
8. Shalawat Nabi Muhammad SAW
9. Doa minta perlindungan kepada Allah dari segala bahaya dan kejahatan makhluk
10. Keridhaan Islam sebagai agama, jalan hidup dan Muhammadu sebagai nabi
11.Taubat lahir batin
12. Memohon mati husnul khatimah
13. Dijaga Allah dari orang dzalim
14. Berlindung dengan nama-nama indah Allah
15. Bacaan tahlil atau pengesaan, ketauhidan Allah yang tiada bandingannya.
16. Shalawat sebagai syafaat dan kecintaan Nabi
17. Wasilah Fatihah untuk mualif atau shohibul ratib
18. Bacaan Doa komplit segala hajat dunia dan akhirat.
• oleh Jrm Cirebon
