
Oleh : Hadi Win
Sosrokartono itu “guru spiritual”-nya Bung Karno kang …. Saat BK “digosipkan” menulis surat permohonan ampun kpd Gubernur Jenderal Hindia Belanda tahun 1930-an dan berjanji akan meninggalkan dunia politik, kaum pergerakan kemerdekaan jadi heboh. Ada yg menduga itu surat palsu, ada yg menduga itu benar, bahkan ada yg mengatakan surat itu realistis karena pada saat itu kaum pergerakan sudah dihabisin oleh pemerintah kolonial. Tak kurang Hatta yg demikian dekat dengan Soekarno menyebut surat Soekarno itu sebagai “tragedi Soekarno” dan merupakan major blow, merupakan pukulan dahsyat terhadap PNI… Di tengah polemik yg sangat keras di antara kaum pergerakan kemerdekaan, dengan tenang Sosrokartono berkata, “Soekarno adalah seorang ksatria dan dia akan muncul kembali” … Sosrokartono terbukti benar. Secara logika, Soekarno sebenarnya sudah habis setelah peristiwa surat mohon ampun itu. Tapi ternyata tidak, dan BK tetap menjadi simbol terbaik bagi kaum non-kooperasi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, ketika BK “berkolaborasi” dengan tentara Dai Nippon menjelang kemerdekaan, kaum sekutu mengatakan Soekarno akan habis seiring kekalahan Jepang. Terbukti itu semua tidak terjadi, malahan Soekarno bersama Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
