Dua Pengedar Uang Palsu Ditangkap Polisi, Satu Masih DPO

Jember- menaramadinah.com-Jajaran Satreskrim Polres Jember kembali berhasil menangkap 2 orang pengedar uang palsu( Upal), yakni berinisial M ( 40) warga Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan, dan P ( 37) warga Kemuning Sari Kidul, Kecamatan Jenggawah.

Kedua tersangka ditangkap Polisi saat di warung kopi. Kedua tersangka saat ini dalam penahanan Polres Jember, untuk proses hukum lebih lanjut.

Tersangka M sebelumnya pernah dihukum di Bali selama 3 tahun ketika tersangkut kasus yang sama yakni mengedarkan uang palsu. Sedangkan tersangka lain P, hasil pemeriksaan mengaku baru kali ini melakukan perbuatan melawan Hukum .

Kapolres AKBP. Alfian Nurrizal saat jumpa pers di mapolres Jember, Senin 6/1/2020 mengatakan, Polres Jember berhasil menangkap 2 orang pengedar uang palsu( Upal), yaitu berinisial M dan P, sedangkan satu berinisial A, menjadi daftar pencarian orang, ( DPO).

Lebih jauh Kapolres menuturkan, kedua tersangka dicokok petugas ketika sedang berada di salah satu warung kopi di wilayah Wuluhan.

” Ada beberapa barang bukti( BB) yang diamankan oleh petugas Kepolisian , uang sejumlah 1500. 000. Dengan uang 50 ribuan palsu sejumlah 30 lembar, dan 1 unit HP.” Tandas Kapolres asli Sumenep ini.

Masih lanjut Alfian, kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti apabila ada uang yang beredar asli atau palsu, dengan cara dilihat, dirabah dan diterawang atau 3 D.

” Jadi antara uang yang asli dan yang uang palsu hampir sama , yakni cuma bedanya agak kasar dan sedikit beda warnanya dengan yang asli.” Imbuh Kapolres.

Dia menambahkan, kedua tersangka akan dituntut dengan pasal 36 KUHP dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

” Kami menghimbau kepada masyarakat agar berhati hati dengan peredaran uang palsu ini, kami tak menampik saat ini tahun Politik, sehingga di duga akan terjadi peredaran uang palsu karena tak lama lagi akan ada Pilkada.” Pungkasnya.

Pantauan
media ini saat jumpa pers, puluhan media cetak dan elektronika telah menunggu 30 menit sebelum mulai. Bahkan semakin lama banyak media yang berdatangan untuk meliput kasus peredaran uang palsu ini.(Hrl/Bas)