“Thowaf Tirakat” & “Dzikir Tirakat” (Titipan Do’a di Bawah Naungan Ka’bah)

“Towaf Tirakat” & “Dzikir Tirakat”, ini merupakan program unggulan kedua setelah “Ngeloni Ka’bah” (Merangkul Ka’bah) begitu kata H. Ubaydillah, arek benowo yang asli Kediri istrinya asal Blitar salah satu jamaah haji dari Bryan Mekkah.
Program ini unik dan menarik karena ada amalan dzikir khusus di bawah naungan ka’bah.
Bagaimana penjelasannya ? Berikut ini laporan Ustadz H. Yahya Aziz dari Masjidil Harom Mekkah Arab Saudi kepada redaksi MenaraMadinah.Com

Tepat habis shalat isya banyak jamaah Bryan Makkah yang ikut program ini “Towaf Tirakat & Dzikir Tirakat”.
Program ini menarik sebab ada amalan khusus bagi jamaah haji untuk mendoakan keluarga, anak cucunya dan hajat jamaahnya.

“Towaf Tirakat”

Bagi yang ikut towaf tirakat dengan 41 putaran dipimpin KH. Imam Hambali.
KH.Syukron Jazilan dan KH. Ali Zainal selalu mendampingi Kyai Imam sambil memantau jamaah yang lain.
Kalau badan Anda tidak kuat, 21 putaran. Kalau masih ngos-ngosan, cukup 7 putaran. Karena Allah tidak menghitung jumlahnya. Allah lihat siapa yang Anda sebut tiap langkahnya. “Ya Allah, ini ibuku… ini bapakku… ini anakku yang lagi diuji… ini cucuku yang belum lahir.”

Kaki capek, dada sesak. Tapi bibir tidak berhenti. Karena kita tahu, di depan Ka’bah doa itu tidak dilempar. Doa itu ditaruh langsung di depan pintu langit. Apa yang dibaca ? Silahkan baca edisi kemarin “Pengajian Terakhir & Pelantikan Pengurus Haji 2026 di Mekkah”

“Dzikir Tirakat”

Apabila jamaah tidak towaf, ya duduk berdzikir di depan ka’bah….Itulah “Dzikir Tirakat”. Baca dan Anda amalkan penggalan ayat surat Al-An’am ayat 103 sampai 41x. “Laa tudrikuhul abshoor wa huwa yudrikul abshoor…” Mata Anda tidak bisa melihat Allah. Tapi Allah lihat air mata kita jatuh satu-satu dibumi. Kita sebut nama anak cucu satu persatu. Yang bandel supaya diberi hidayah hati yang lembut. Yang sholeh selalu menurut orang tua kita mohon istiqomah shalatnya, ngajinya dan selalu belajar yang tekun Yang belum ketemu jodohnya kita minta jalan, semoga Allah memberi jodoh yang terbaik. Semua kita pasrahkan di tempat yang doanya tidak ditolak.
Allah berfirman :
وافوض امرى الى الله ان الله بصير بالعباد
“aku pasrah urusanku (anak, rizki, karir, ekonomi, jodoh,jodoh dll) pada-Mu ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Melihat hamba-Nya” (QS 40 : 40)

Tirakat doa di depan ka’bah rasanya beda sama di tempat lain, karena area naungan ka’bah ada pusaran energi cahaya. Di bawah naungan ka’bah kita dirangkul.
Ada pusaran energi cahaya yang bikin dada hangat menerina keputusan takdir Allah.
200 jamaah yang ikut tadi malam merasakan kekuatan energi tersebut. Ini bukan drama. Tapi ada jamaah tiba-tiba ingat dosa sama orang tua. Ingat dulu pernah membantah dan membentak ayah ibunya. Ingat dulu pernah bikin ibu sholat sambil menangis karena khawatir sama kita.
Tanpa terasa tetesan air mata jatuh ke bumi di depan ka’bah. Allah Akbar…!

Baru sadar ya sukses itu bukan karena nilai IPK 4.0.
Tahuka Anda Gus Iqdam bisa se-viral itu, suara dakwahnya “DEKENGANE PUSAT” sampai ke mana-mana, bukan cuma karena pinter ceramah. Tapi karena ada doa kakek neneknya di Blitar yang tiap malam bangun, sujud, menyebut namanya walau dia belum lahir.
Ada do’a guru-gurunya waktu dia belajar di pesantren Alfalah Ploso Kediri.

Tahukah Anda pesantren besar Gontor Ponorogo, Tebu Ireng Jombang & Ploso Kediri.
Pesantren Gontor bisa berdiri kokoh sampai 20 cabang seluruh Indonesia. Lirboyo, Tebu Ireng, Ploso bisa melahirkan ribuan ulama. Bukan cuma karena santrinya rajin atau cerdas, tapi karena ada doa para leluhurnya dulu yang mengalirkan barokah dari tanah ke langit.
Gontor, bisa maju pesat karena tirakat Mbah Kyai Hasan Besari Tegal Sari Ponorogo. Dari sinilah muncul pondok Tebu Ireng, Lirboyo dan Ploso Kediri.
Kira kira segala rezeki itu apa hanya uang ? Oh…ternyata tidak, rezeki itu anak yang mau bilang “Aamiin” tiap kita doakan. Cucu yang mau nyium tangan. Nama baik yang terus disebut orang walau kita sudah di liang lahat.

Jadi kalau Allah mengasih kamu kesempatan berdiri di area Multazam, tempelkan dadamu ke dinding Ka’bah. Jangan buru-buru minta dunia. Minta ampun dulu untuk ayah ibumu. . Nangis sekencang-kencangnya. Setelah lega, baru titipkan anak cucumu. Satu-satu sebut namanya. Ceritakan semua takutmu kepada Allah. PASRAH TOTAL…!

“Ya Allah, aku ayah yang jauh dari sempurna. Aku ibu yang sering capek marah. Aku titip anak-anakku ke Engkau ya Allah. Jadikan mereka lebih baik dari aku. Dunia akhirat. Aamiin.”

Percayalah doa ibu, doa bapak, doa di depan ka’bah itu jalannya lurus ke atas. Tidak nenyangkut di awan. Tidak tertahan karena dosa. Karena yang kita minta bukan untuk ego. Untuk darah daging kita anak cucu kita yang kelak menjadi anak solih solihah yang selalu mendoakan kita, jika kita sudah meninggal.

Air mata yang jatuh di bawah naungan ka’bah itu mahal. Itu tanda Allah lagi mengusap hati Anda dan bilang: “Aku dengar. Aku kabulkan do’amu di depan ka’bah Baitullah”
Semoga jamaah Bryan Mekkah yang ikut program TOWAF TIRAKAT atau DZIKIR TIRAKAT, hajatnya dikabulkan Allah..amin ya mujiibassailin….alfatihan