
Jombang – menaramadinah.com-Kelahiran Bung Karno kini terus dikaji dan ditulis dalam buku. Kalau beberapa tahun yang lalu dinyatakan lahir di kota Surabaya. Kemudian ditulis oleh Drs. Husnu Mufid, M.PdI sejarawan Surabaya.
Beliau menulis dua judul buku yaitu Masa Kecil Bung Karno dan Mbok Sarinah. Satunya lagi berjudul Masa Kecil Bung dan Orang Tuanya. Buku ini sudah terjual sebanyak 2000 buah buku.
Kini dalam perkembangan terbaru tokoh sastrawan muda dari Jombang yaitu Gus Binhard Nurohman menerbitkan Buku berjudul Bung Karno lahir di Ploso Jombang.
Berbagai argumentasi menyatakan Bung Karno lahir di Jombang. Dengan bukti adanya pengasuh Bung Karno saat masih bayi dan sebuah ari ari.
Pada 1 Juni 2026 kemarin diadakan Diskusi di Titik Nol tempat halaman Rumah Masa Kecil Bung Karno. Cukup banyak yang hadir. Mulai dari pejabat setempat, pecinta sejarah dan masyarakat.
Suasana pun meriah dan sepakat menjadikan destinasi wisata sejarah Masa Kecil Bung Karno di Ploso Jombang. Tinggal merekonstruksi rumahnya saja yang telah roboh beberapa tahun lalu.
Selain Bedah Buku pada malam itu ada lelang lukisan Karya pelukis asal Jombang, Yus Haris, yang mengangkat jejak perjalanan Bung Karno di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Ada empat lukisan bertema sejarah Bung Karno di Ploso. Karya-karya tersebut meliputi lukisan Sekolah Ongko Loro, tempat ayah Bung Karno mengajar, lukisan rumah kelahiran Bung Karno, serta dua versi lukisan yang menggambarkan kunjungan Bung Karno ke Ploso pada tahun 1952.
Yus Haris menjelaskan, dua lukisan pertama yakni Sekolah Ongko Loro dan rumah kelahiran Bung Karno dibuatnya pada tahun 2025. Sedangkan dua lukisan yang mengabadikan momen kunjungan Bung Karno ke Ploso diselesaikannya pada tahun 2026.
Menurut Yus, untuk lukisan Sekolah Ongko Loro dan rumah kelahiran Bung Karno, ia melakukan sketsa secara langsung di lokasi sebelum menyempurnakan pewarnaan di rumahnya.
Sementara itu, untuk menggambarkan suasana kunjungan Bung Karno ke Ploso pada tahun 1952, Yus mengandalkan dokumentasi foto-foto lama sebagai referensi utama.
Sebagai bentuk kontribusi dalam pelestarian sejarah, Yus Haris juga menyerahkan dua karyanya, yakni lukisan Sekolah Ongko Loro dan rumah kelahiran Bung Karno, kepada pengelola Titik Nol Soekarno Ploso.
Dalam rangkaian acara itu salah satu karya Yus Haris yang menggambarkan kunjungan Bung Karno ke Ploso pada tahun 1952 turut dilelang. Terjual dengan penawaran tertinggi sebesar Rp1,6 juta.
Lukisan tersebut dimenangkan oleh Nurhadi, yang merupakan pengurus Pondok Pesantren Shiddiqiyah Ploso.
Husnu Mufid
