Atlet Blitar Raih Medali Emas, Perak, dan Perunggu di Kejurda Wushu Sanda Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya 2026.

SURABAYA – Semangat juang dan prestasi para atlet muda Kabupaten Blitar terus mencuri perhatian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Wushu Sanda Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang digelar 4–7 Juni 2026 di Gelora Remaja Surabaya.

Sebanyak 12 atlet asal Kabupaten Blitar yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar,sekolah menengah dan sekolah menengah atas, mewakili daerahnya di kejuaraan tingkat provinsi ini.

Partisipasi mereka merupakan bagian dari program pembinaan olahraga sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026.

Para atlet menjalani pemusatan latihan intensif selama lebih dari sebulan, dengan fokus pada peningkatan teknik, kondisi fisik, mental bertanding, dan strategi menghadapi beragam lawan dari seluruh Jawa Timur. Kejurda yang bersifat terbuka ini juga diikuti atlet dari luar provinsi, sehingga kompetisinya sangat ketat.

Ketua Pengurus Cabang Wushu Indonesia Kabupaten Blitar, Mohammad Fafik Nurul Huda, menyampaikan bahwa sampai tuntas dibabak final,atlet Kabupaten Blitar telah meraih total 8 medali, meliputi 1 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

Medali emas diraih oleh Gantari Sukma Rania Awandini (52 Kg junior). Empat pemain meraih medali perak, yakni Luthfiyah Herlita (48 Kg junior), Lia Fitrotun Nikmah (56 Kg junior), Nur Sulthan Kamajaya (52 Kg junior), dan Uut Ircham Maulana (75 Kg). Sedangkan tiga perunggu disumbangkan oleh kakak beradik kembar identik, M. Elvano Al Firassy (65 Kg junior) dan M. Elga Al Firas (70 Kg junior), serta Sujatmiko Nugroho (65 Kg senior).

Fafik Nurul Huda mengakui bahwa persaingan sangat sengit karena kejuaraan ini juga terbuka untuk atlet luar Jawa Timur. Namun, ia optimistis atlet binaannya mampu menunjukan performa terbaik dan menjadikan ajang ini sebagai sarana menambah pengalaman dan mengukur hasil latihan.

“Alhandulillah Kabupaten Blitar meraih 8 medali. Satu Emas, empat perak dan tiga perunggu,” ujar Fafik.

Menurutnya Kejurda ini adalah bagian dari proses pembinaan jangka panjang. “Kami tidak hanya mengejar prestasi, tapi juga memastikan atlet memiliki jam terbang dan pengalaman untuk menghadapi Popda dan kejuaraan mendatang,” katanya.

Keterlibatan dan prestasi atlet Kabupaten Blitar dalam Kejurda ini, lanjutnya menunjukkan perkembangan positif pembinaan olahraga bela diri di Bumi Penataran Blitar.” Anak-anak program latihan intensif serta pengalaman kompetitif sehingga dapat memperkuat mental dan kemampuan teknik atlet muda,” jelasnya.

Kejurda yang bersifat terbuka menambah nilai kompetitif yang penting, mempersiapkan atlet menghadapi lawan berkualitas beragam, terutama untuk kejuaraan regional dan nasional seperti Popda dan Popnas. Perolehan medali awal menjadi pondasi optimisme peningkatan prestasi yang berkelanjutan.

Pendekatan menyeluruh yang meliputi teknik, fisik, mental, dan strategi adalah kunci keberhasilan yang mesti dipertahankan.

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan ini juga membangun karakter, disiplin, dan mental juang para atlet. Kejuaraan ini berperan mendukung perkembangan olahraga bela diri di tingkat regional sekaligus membuka peluang kemajuan atlet menuju level nasional dan internasional.

Secara keseluruhan, Kejurda Wushu Sanda Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya 2026 adalah tonggak penting bagi pembinaan dan pembuktian kualitas atlet muda, termasuk dari Kabupaten Blitar. Dengan semangat tinggi dan persiapan matang, mereka menunjukkan potensi besar demi masa depan olahraga bela diri Indonesia yang lebih bersinar.

Pengalaman berkompetisi di kejuaraan ketat ini menjadi modal utama dalam menempuh perjalanan selanjutnya, terutama menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah. Keberhasilan sementara ini menjadi tanda optimisme dalam menatap masa depan gemilang olahraga bela diri Tanah Air.*Imam Kusnin Ahmad*