Drs. H. Muhammad Imaron: “Muslimat NU Supaya Mencetak Kader”

Kediri-MenaraMadinah. Com Kamis Pon, 21 Mei 2026 langit sangat cerah menaungi Kegiatan Rutinan PAC. Muslimat NU Kecamatan Kepung di Anak Ranting Muslimat NU Dusun Karetan Desa Siman, Kecamatan Kepung membludak dan meluber oleh ibu–ibu Muslimat berbaju hijau menjadi Seljuk dimata dan damai dihati, serta hangat seperti: ‘seorang bayi dalam dekapan hangat seorang ibu’, Muslimat adalah ibu kita, oleh sebab itu kegiatana ‘Kamis Pon’ ini direstui Pengurus NU, mulai anak Ranting sampai MWC NU Kecamatan Kepung, dihadiri para pejabat mulai dari Kasuk Dsn. Karetan, Kades Desa Siman dan Camat Kepung hal ini menandakan bahwa Kegiatan Muslimat sangat berarti bagi kehidupan masyarakat dan ini adalah Kegiatan Muslimat NU itu, sah dan resmi, diakui oleh pemerintah atas peran-serta yang sangat positiv tersebut.

Pemerintah mengakui bahwa Muslimat Nu memiliki peranan yang besar bagi terwujutnya pendidikan anak yang baik, yang di mulai dari pendidikan keluarga, wabilkhus dari sang ibu, hal ini diakui dan didukung oleh Bapak Kades Desa Siman Subagio maupun Bapak Camat Kepung Sa’roni, sementara itu Ibu Ketua PAC. Muslimat NU Kepung, Dr. Hj. Lilik NUR Latifah, M.PdI, melaporkan bahwa Muslimat NU Desa Siman bertambah berkembang dengan bukti di Dusun Karetan sudah ada Pengurus Anak Ranting Muslimat NU, selling itu Kades Siman juga menjelaskan bahwa Muslimat NU di Desa Siman adalah sudah mandiri, maka sudah pas kalau Camat Kepung sangat ‘Meng apresiasi’ ibu–ibu Muslimat yang masih bisa menghadiri Kegiatan Rutinan Muslimat NU seperti ini:”Ibu–ibu panjenengan semuanya sangat luar biasa, dan teruslah mendoakan ana-cucu bahkan buyut”: aku nya.

Ketua Tanfiditah MWC NU Kepung, Drs. H. Muhammad Imron dalam sambutan pengarahannya berkata: “Alhamdulillaah terima pada Muslimat yang masih terus eksis melasanakan Majelis Ilmu ,tentu terus bisa Silarurrohiim juga”. Selling itu Muslimat senantiasa mengingatkan sebagaimana dalam” Makolah” bahwa Wanita adalah tiang negara, jika wanita baik , negara baik dn jika wanita rusak maka rusak lah negara.
Pak Imron panggilan akrap nya me lanjutkan dengan berkata: “Tapi MWC NU juga mohon jangan berhenti d rutinan gini tetapi dukung dan sampaikan pada bapak2 untuk untuk ngaji d majlis Ta’lim Sulam Taufiq yg d adakan LDNU di tiap Ranting”. Menurut Pak Imron MT untuk melaksanakan kwajiban nyari ilmu bagi muslim juga untuk senantiasa mengingat kan kita sebagai manusian kena bawa sifaf lupa dan salah.

Kepada semua anggota Muslimat yang hadir Hari ini kurang lebih 3 ribu orang dan juga anak-anak, menjeias: “Ibu ibu tolong putra putri , cucu dikawal dalam ber medsos ,jangan sampai mengganggu belajar nya bahkan sibuk main hp belajar nya tidak”.

” Jangan anaknya diberi hp asal bisa diam sementara org tua juga sibuk hp an”: tambahnya.

Pak Imron juga meminta agar ibu-ibu mengaarah kan anak-cucu ke TPA/TPQ, Madin dn lembaga agama laing yang menanamkan pondasi akidah untuk keselamatan massa depannya.

Pada akhir pidatonya meminta agar ibu-ibu Muslimat cetak kader, generasi penerus yang melanjutkan doa-doa kita dimasa mendatang.

Pada Rutinan kali ini Ibu Nyai Hj. Maslikah dari Kandangan menyampaikan tentang: ‘Hal-hal Di Benci oleh Iblis Laknatullah’ antara lain:
1. Iblis tidak suka dengan orang yang me ngaji, karena orang me ngaji tempat nya di surga, maka Iblis menggoda dengan: ‘berbicara sendiri dengan temannya, me ngantuk dan pantatnya panas sehingga taktahan untuk duduk di majelis ilmu’
2. Iblis tidak suka dengan orang yang mampu melaksanakan ibadah HAJI, maka iblis menggoda dengan hal-hal yang bisa menunda atau membatalkan niat just hadinya, misalnya uang yang untuk ber haji untuk membeli tanah, rumah, mobil dan lainya, pada saat sudah berada di Makkah di godalah dengan hal-hal yang indah-indah dari bentuk dan warna kulit-rambut seluruh manusia di dunia, atau sebaliknya sehingga bisa menjadi sombong dan takabur.
3. Iblis tidak suka dengan orang yang sholat berjamaah, iblis menggoda orang yang sendiri-an dengan rasa/hati yang was-was, nah sholat berjamaah bisa membantu menghilangkan hal tersebut.

Nyai Hj. Maslikah, menjelaskan hal-hal diatas dengan bahasa yang mudah diterima dengan selingan humor yang segar dan ditambah dengan cerita pengalaman prinadinya pada saat beliau melaksanakan ibadah haji. Pada akhir pengajiannya ditutup dengan pertanyaan yang membuat kita Instropeksi:”Ibu–ibu panjenengan suka di Benci iblis? apa suka jadi temannya ibis?”. Nah pertanyaan ini kita mesti menjawab:”Suka di Benci iblis “, buktinya Muslimat-an ini yang hadir ribuan, semoga Muslimat terus ngaji.
Nur Habib, mengabarkan.