KRISNA JATI (ISI) adalah wadah berkumpulnya para linuwih yang didirikan pada tanggal 15 April 2019. Oleh KI JAMBRONG PAMUNGKAS dan rekan-rekan badan pendiri lainya,mewadahi TABIB, PARANORMAL,serta para penggiat SPIRITUALIS.
Tujuan dibentuknya ISI antara lain agar terjalin kerja sama dengan pemerintah. Terutama dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat jasmani dan rohani serta sejahtera lahir dan batin. Selain itu, juga meningkatkan kesejahteraan dan tali silatuahmi serta kesetiakawanan antar anggota.
eksistensi dunia paranormal sejatinya sudah ada, nyata, dan diakui. Meski begitu, profesi ini sepertinya masih sulit untuk mendapat perlakuan sama dan masih di pandang sebelah mata, dengan status atau profesi lain, semisal pengacara, dokter, dan lain sebagainya. Tak heran jika kemudian, keberadaan paranormal seperti ada tapi tiada.
Di sisi lain, para pengguna jasa paranormal, tidak ingin diketahui identitasnya secara terbuka. Datangnya pun di waktu-waktu yang tidak biasa, sembunyi-sembunyi pula. Terutama kalau seseorang itu berkategori public figure.
Banyaknya Tabib,paranormal dan spiritualis di indonesia yang begitu besar harus diwadahi, maka dibentuklah ISI,yg Tujuannya, mewadahi para paranormal,tabib dan spiritualis agar dalam menjalankan profesinya mengedepankan kode etik, baik kode etik sesama paranormal dan tabib,spiritualis, maupun standar pelayanan profesional kepada masyarakat yang memakai jasa mereka.
Dalam visinya, ISI bertekad turut serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, sehat lahir dan batin, mandiri serta terbuka (toleran) dengan tidak membeda-bedakan Suku, Agama, Ras, dan Golongan. ISI ini bahkan menjalin kerjasama dengan organisasi sejenis di dalam dan luar negeri. Kerjasama itu dalam bentuk pemberdayaan diri dan motivasi, pelatihan, penelitian, dan seminar-seminar.
ISI ini pun hadir sebagai pertanggung jawaban moral kepada masyarakat. Sebab, bukan rahasia lagi, bahwa di tengah masyarakat juga acap terjadi praktik-praktik penipuan yang melibatkan oknum paranormal. Dari waktu ke waktu, ada saja kasus yang mencoreng wajah para spiritualis. Ada yang kemudian disebut sebagai “dukun cabul, “dukun penipu”, dan predikat buruk lainnya.kami pastikan oknum-oknum paranormal itu bukan anggota ISI pengurus dan anggota menjunjung tinggi budi pekerti, moralitas, dan budaya.
Jadi masyarakat harus jeli dan berhati-hati kalau hendak memakai jasa paranormal. Sebab, sebutan ‘KW’ atau ‘abal-abal’ tidak hanya ada di dunia polisi, pengacara, wartawan dan lain-lain, tapi di dunia dukun atau paranormal juga ada,apalagi zaman canggih, bisa promosi lewat media sosial untuk menipu.
Bagi kami ISI, paranormal mempunyai kewajiban mendharmabaktikan kemampuan untuk tujuan kemanusiaan, bangsa, dan negara. ISI menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, ISI yang bersifat kekeluargaan, gotong-royong, keilmuan, sosial, budaya, dan non partisan ini juga bekerja sama dengan pemerintah dan instansi/lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.
Tak heran jika ISI yg masih seumur jagung kini tumbuh pesat dan kini hadir di seluruh penjuru Tanah Air. ISI memiliki perwakilan di setiap provinsi. ISI ini setiap menerima anggota secara profesional,harus punya basic keilmuan keparanormalan/ketabiban barulah masuk menjadi anggota ISI dan diberi KTA dan sertifikat untuk praktek
Selain itu agar terasa bermanfaat ISI sering mengadakan kegiatan sosial dengan terapi, konsultasi ataupun pengobatan gratis. Ini semua adalah untuk mewujudkan kepedulian pada masyarakat.
“Sejatinya tidak ada orang yang sakti. Kesaktian atau kelebihan-kelebihan yang dimiliki manusia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, dan hanya Tuhan yang mengabulkan semua.”MANUSIA BERUSAHA HAK MUTLAK ALLAH YANG MENGABULKAN”
Waalaikum salam warahmatullahi wabarahkatuh
Gus Im Solo
Jurnalis Citizen MM.com
