
By : Sayyid Diar Mandala Kolumni menaramadinah.com Pandeglang Banten
*بسم الله الرحمن الرحيم*
Kabar bergabungnya Kyai Imaduddin bersama keluarga besar Menara Madinah adalah kabar baik bagi ikhtiar literasi keislaman. Setiap penambahan cendekiawan ke dalam mimbar ini memperkaya ruang dialog, memperluas spektrum diskusi, dan memperkuat tradisi ilmiah yang terbuka.
Menara Madinah adalah menara yang dibangun dengan fondasi tahqiq. Di sini semua gagasan dipersilakan hadir, dengan satu syarat yang sama untuk semua: bawa dalil, tunjukkan rujukan, siap diuji. Inilah warisan ulama Banten yang kami pegang. Syaikh Nawawi al-Bantani mengajar kita bahwa izzah ilmiah tidak diukur dari seberapa nyaring nama, tetapi seberapa kokoh data.
Karena itu, kehadiran Kyai Imaduddin kami sambut sebagai energi baru. Semakin banyak kepala yang berpikir, semakin tajam pisau tahqiq kita. Semakin beragam perspektif yang diuji, semakin matang publik dalam menimbang informasi.
Perbedaan sudut pandang bukan ancaman. Ia adalah bahan bakar dialektika. Yang penting, kita sepakat pada manhajnya: dahulukan bukti di atas klaim, dahulukan kitab di atas kata orang, dahulukan sanad di atas sangkaan.
Kepada Kyai Imaduddin, kami ucapkan selamat datang di rumah tahqiq. Mari kita jaga Menara Madinah tetap tinggi karena ilmu, tetap terang karena dalil, tetap teduh karena adab.
Semoga pena-pena kita kelak ditimbang sebagai amal yang menuntun umat kepada tabayyun, bukan kepada prasangka.
[ Diar Mandala ]
