Prof. Mas’ud Said Ajak Pengurus Refleksi: Seberapa Besar Kontribusi Kita Bagi ISNU?

SURABAYA, 18 April 2026 – Dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan pada acara Halal Bihalal serta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PW ISNU Jawa Timur di Hotel Leedon, Wakil Ketua Umum PP ISNU, Prof. Dr. H.M. Mas’ud Said, menyampaikan pesan mendalam yang menggugah kesadaran.

Beliau mengajak seluruh pengurus dan kader untuk melakukan refleksi diri, menilai seberapa besar dedikasi yang telah diberikan, serta meyakini bahwa berkhidmat di organisasi ini adalah salah satu jalan mulia menuju amal saleh dan keridhaan Allah SWT.

Empat Pilar Refleksi: Menggugah Hati dan Pikiran

Prof. Mas’ud Said, yang dikenal aktif dan produktif baik di bidang akademik, profesional, maupun sosial kemasyarakatan, mengemukakan empat pertanyaan kunci yang sarat makna untuk direnungkan bersama.

1.Bisakah ISNU Menjadi Jalan Lain Menuju Amal Saleh?

Prof. Mas’ud menegaskan bahwa berkhidmat kepada ISNU bukan sekadar aktivitas organisasi biasa, melainkan memiliki dimensi spiritual yang sangat tinggi.

“Bisa jadi, salat, puasa, dan amal ibadah kita yang lain mungkin biasa-biasa saja. Namun, lantaran kita ikhlas mengabdi dan berkhidmat kepada ISNU, maka itu semua menjadi sarana dan lantaran untuk memperoleh pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT,” ujarnya tegas.

Artinya, keaktifan di organisasi ini adalah bentuk ibadah nyata yang menyatukan antara urusan duniawi dengan tujuan ukhrawi.

2.Yakinkah atau Sudahkah Kita Berkontribusi Secara Positif?

Beliau mengajak seluruh hadirin untuk berani melakukan muhasabah atau evaluasi diri secara jujur.

“Coba kita tanya pada diri sendiri: Bidang apa yang sudah kita sumbangkan sehingga menjadi pembeda? Kalau kehadiran kita dan ketidakhadiran kita rasanya sama saja, lalu apa gunanya kita berada di sini?” tandasnya dengan bahasa yang lugas namun menyentuh.

Pertanyaan ini mengingatkan bahwa setiap pengurus harus memiliki nilai tambah dan memberikan dampak nyata, bukan hanya sekadar menjadi “hiasan” organisasi.

3 Sudahkah Kita Menghayati dan Menguatkan Keyakinan?

Prof. Mas’ud Said menekankan pentingnya menjaga dan merawat keyakinan bahwa berjuang di ISNU adalah sebuah thoriqoh atau jalan kebaikan.

“Jalan khidmat kepada ISNU ini harus benar-benar dihayati. Keyakinan bahwa ini adalah jalan yang berkah, jalan yang benar, perlu terus dipelihara dan ditingkatkan. Jangan sampai semangat itu luntur hanya karena ujian zaman,” pesannya.

4.Momentum Halal Bihalal: Mempererat Tali Silaturahim

Di samping refleksi organisasi, acara ini juga menjadi momen sakral untuk saling memaafkan.

“Kesempatan ini kita manfaatkan untuk saling bermohon maaf dan musafahah. Ini adalah sarana paling ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, meluruhkan ego, dan menyatukan kembali hati demi kekuatan organisasi yang lebih solid,” tambahnya.

Ajakan refleksi dari Prof. Mas’ud Said ini menjadi tamparan lembut namun keras bagi setiap insan pengurus. Bahwa menjadi bagian dari ISNU adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah besar.

Mari kita jadikan momen Muskerwil ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pengabdian, dan meyakini sepenuh hati: Berkarya di ISNU adalah cara kita beribadah, dan berkontribusi adalah bukti cinta kita pada agama dan bangsa.

Semoga langkah kita selalu diberkahi dan diterima sebagai amal saleh di sisi-Nya. Aamiin.*Imam Kusnin Ahmad*