Komitmen PT Jasa Marga dalam Peningkatan Kualitas Layanan Travoy Rest yang Berkelanjutan

Oleh: Wawan Susetya
(Jurnalis Menara Madinah)

MESKI secara umum rest area itu merupakan surga-nya atau tempat favorit para pemudik khususnya dari Jakarta ke daerah-daerah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) maupun daerah penyangga seperti Bekasi Tangerang Bandung dan sebagainya, namun bagaimana pun rest area juga sangat penting bagi pengendara dari arus sebaliknya. Bagaimana pun pengendara yang melewati jalan tol, baik yang dari Jakarta maupun yang dari daerah ke ke kota lain, tentu sangat membutuhkan rest area. Tentu, di rest area tersebut, selain dapat buang air kecil maupun buang air besar (BAB), para pengendara tersebut dapat beristirahat untuk melepas penat dan capek. Dan tentunya pula yang merasa lapar, di sana juga dapat menikmati sajian makanan dengan berbagai macam menu sesuai selera masing-masing. Bagi pengendara yang perokok dan penikmat kopi, maka rest area tersebut benar-benar seperti surga dunia karen di sanalah mereka dapat menikmati hidup. Ya, kopi dan rokok bagi mereka bagi mereka ibaratnya seperti teman hidup yang selalu menemaninya dalam hari-hari mereka termasuk dalam perjalanan panjang melewati tol.
Wawan Susetya jurnalis Menara Madinah melaporkan.
Bisa dibayangkan betapa susah dan repotnya bila pemerintahdalam hal ini PT Jasa Margatidak menyediakan fasilitas berupa rest area sebagaimana yang sudah tersedia di sepanjang jalan tol dari Jakarta hingga Probolinggo (Jatim) seperti sekarang. Dengan adanya penyediaan fasilitas rest area di sepanjang jalan tol, hal itu akan memberikan manfaat yang besar bagi para pengendara pengguna jalan tol.
Hendra, seorang sopir truk tronton yang mengangkut susu dari KUD Sendang Tulungagung ke sebuah perusahaan di Jakarta selalu memanfaatkan rest area tersebut untuk istirahat. Biasanya saya mesti tidur kalau di rest area. Meskipun tidur sebentar, tetapi alhamdulillah sudah dapat menghilangkan rasa kantuk yang tak tertahankan. Ibaratnya mata saya tinggal 5 watt, sehingga solusinya ya tidur walau sebentar, ujar Hendra.
Dikatakan lebih jauh, istirahat tidur seperti itu bagi para pengendara sangat penting. Sebab terjadinya laka (kecelakaan) di jalan tol itu biasanya karena mengantuk.
Lain halnya dengan pengalaman Atim, seorang sopir jasa mobil Elf yang biasa mengantarkan rombongan ziarah religi ke makam para Wali Sanga dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah dan Jawa Barat biasanya tujuan utama beristirahat di rest area untuk menunaikan ibadah shalat fardhu. Selain untuk dirinya sendiri, tentu yang utama bagi para rombongan peziarah. Semua itu, kata Atim, demi kenyamanan para rombongan peziarah yang diantarkannya.
Alhamdulillah semua rest area sudah tersedia mushola, sehingga hal itu memudahkan bagi para pengendara beserta rombongannya yang hendak menunaikan ibadah shalat, tutur Atim yang sejak dulu profesinya sebagai sopir panggilan itu.
Lagi pula, dengan disediakannya fasilitas rest area di jalan tol tersebut sesuai namanya memang untuk istirahat. Dengan demikian, sudah barang tentu para pengendara di jalan tol memanfaatkan tempat istirahat ketika melewati jalan tol di rest area. Kalau tidak di rest area, lalu di mana lagi? Lagi pula berhenti di sepanjang jalan tol juga dilarang karena sangat membahayakan kendaraan lain kecuali karena terpaksa, misalnya mobil mogok.
Salah satu tempat istirahat yang paling banyak diminati banyak pengendara yakni di Travoy Rest Area 575A Ngawi Jawa Timur. Di sana para pengendara akan langsung disambut dengan kemegahan gerbang rest area yang bernuansa biru dan putih serta logo Travoy lengkap dengan angka 575 A  yang berada di kanan dan kiri. Sejauh mata memandang di Travoy Rest Area itu, mata para pengendara disuguhi dengan suasana yang teduh, rindang dan suasana nyaman berpadu dengan aroma masakan dari Travoy Pujasera. Pada siang hari, pepohonan yang memayungi berbagai sudut area parkir juga mampu mendinginkan hati dan jiwa serta membuat mata segar kembali meski hanya sejenak.
Setidaknya begitulah pengakuan Ronny Agustiyar Tulas, warga Blitar yang baru saja menempuh perjalanan dari Purwakarta Jawa Barat.
Menurut pengakuan Ronny, di Travoy Rest Area 575A Ngawi itu memang merupakan salah satu rest area yang menjadi tempat favoritnys setiap mudik ke kampung halaman di Blitar.
“Peningkatan dan pembenahan yang dilakukan Jasa Marga seakan terus berpacu dengan berbagai kebutuhan dan fasilitas yang diperlukan para pemudik, ujarnya seraya menambahkan bahwa Jasa Marga telah menyediakan berbagai fasilitas seperti masjid, pujasera serta toilet yang sangat bersih membuatnya dan para pemudik lainnya merasa selalu nyaman.
Komitmen PT Jasa Marga
PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan jalan tol yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Ari Respati saat Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq melakukan peninjauan langsung pengelolaan sampah di Travoy Rest KM 88B di Jalan Tol Cipularang pada Kamis (25/12). Kunjungan tersebut bertepatan dengan momen Libur Hari Raya Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat serta volume pengunjung di rest area (Face Indonesia, 16/12/2025).
Pada kesempatan tersebut, Jasa Marga memaparkan berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di rest area, dari sistem pemilahan sampah anorganik dan pembuatan pupuk dari sampah organik, optimalisasi tempat penampungan sementara, hingga kolaborasi dengan mitra untuk pengangkutan dan pengolahan sampah secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Jasa Marga menyambut baik kunjungan Menteri LH beserta jajaran, tentunya langkah ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga ramah lingkungan. Pada periode Nataru, rest area menjadi titik krusial aktivitas pengguna jalan tol untuk beristirahat, sehingga pengelolaan sampah yang optimal menjadi salah satu fokus utama Jasa Marga selain menjamin pelayanan prima dalam menciptakan perjalanan yang berkesan dan menyenangkan, ujar Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati.
Ari menambahkan, momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara pelayanan optimal kepada pengguna jalan dan tanggung jawab terhadap kebersihan dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya di seluruh ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group. Jasa Marga secara konsisten mengedukasi pengguna jalan untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan rest area, antara lain dengan membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan fasilitas pemilahan sampah yang telah disediakan.
Dalam peninjauannya, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Jasa Marga dalam mengelola lingkungan rest area dan mendorong agar praktik baik tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.
Saya mengapresiasi rest area 88B ini dengan fasilitas yang paling lengkap. Ada kegiatan edukasi yang perlu ditingkatkan, jadi tidak hanya menyediakan fasilitas ternyata edukasi pun wajib dilakukan karena dua hal ini harus beriringan. Kami ingin menjadikan Travoy Rest 88B menjadi contoh pengelolaan sampah yang baik untuk rest area lainnya, ucap Hanif.
Melalui berbagai inisiatif ini, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat, sejalan dengan visi perusahaan sebagai market leader atau operator jalan tol terkemuka di Indonesia.
Saat ini, Jasa Marga telah mengoperasikan dan mengelola 59 rest area dan 3 rest area fungsional di seluruh jaringan jalan tol Indonesia dengan fasilitas pelayanan yang semakin lengkap. Melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Jasa Marga berharap kehadiran rest area tidak hanya menjadi tempat beristirahat selama perjalanan libur Nataru, tetapi juga menjadi contoh penerapan praktik ramah lingkungan di kawasan jalan tol nasional.
Untuk itu, Jasa Marga berharap dukungan dan kerja sama dari pengunjung rest area untuk bersama-sama menjaga kebersihan rest area dan seluruh fasilitas di dalamnya.
Pantau kondisi lalu lintas melalu CCTV real time di jalan tol melalui aplikasi Travoy. Informasi lalu lintas terkini dan permintaan pelayanan lalu lintas juga bisa didapatkan melalui One Call Center Jasa Marga di nomor 14080, akun X @PTJASAMARGA, aplikasi Travoy dan media sosial resmi Jasa Marga.
Hal tersebut mengisyaratkan adanya suatu peningkatan kualitas layanan Travoy Rest yang berkelanjutan, yakni peningkatan kualitas layanan Travoy Rest untuk meningkatkan kenyamanan sehingga mewujudkan pengalaman yang berkesan dan menyenangkan. Selain itu juga menjaga komitmen berkelanjutan di Travoy Rest melalui penataan ruang terbuka hijau, pengelolaan lanskap, serta penerapan pengelolaan sampah terpadu untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, indah.
PT Jasa Marga juga memiliki komitmen sebagai market leader yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan inovasi digital yang menjawab kebutuhan pengguna jalan. Melalui Travoy, Jasa Marga ingin memperkuat customer engagement, meningkatkan customer experience, serta menghadirkan service excellence dalam setiap perjalanan. []

o0o
NB:
N a m a : Wawan Susetya
Tempat & tgl lahir : Tulungagung, 1 Desember 1969
Agama : Islam
Pekerjaan : Jurnalis, Penulis buku dan Sastrawan-budayawan
Pegiat ForSabda (Forum Sarasehan Seni & Budaya)
dan Maiyah SWA (Segi Wilasa Agung) Tulungagung
Pendidikan : S-1 Pendidikan Bahasa Inggris IKIP PGRI MALANG
Organisasi : Sanggar Triwida Tulungagung dan Satu Pena Jatim
Akun FB : AyuTya Susetya
NIK : 3504160112690004
Alamat : RT 1/RW 1 Glotan 33, Ds. Tanggung, Kec. Campurdarat,
Kab. Tulungagung, Jatim 66272
E-mail : wawan.susetya@gmail.com
WA/HP : 0821.3922.7725