
Banyuwangi,MenaraMadinah.com- Acara halal bihalal Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB) diisi dengan kegiatan pelatihan jurnalistik.
“Sebenarnya ini pelatihan lanjutan. Pelatihan pertama diadakan saat perayaan Hari Pers Nasional di Kedai Makmoer Banyuwangi,” tutur Aguk Wahyu Nuryadi, Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong Royong 45, lembaga yang membawahi JRKBB.
Aguk bilang, anggota JRKBB harus senantiasa sadar bahwa fungsi media tak hanya kontrol sosial. Karena, media adalah juga alat pendidikan dan penyebar informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Tugas anggota JRKBB sebagai pegiat media adalah membuat masyarakat melek informasi. Tapi tugas kita juga bagaimana masyarakat tidak jadi korban hoax atau berita bohong,” tukas Aguk, yang juga jadi salah satu presidium berdirinya organisasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) yang kini pegang kartu pers menaramadinah.
Pada, acara halal bihalal di Radio Komunitas BISMA FM Gambiran, Banyuwangi, Minggu (12/04/2026) itu, Wakil Ketua JRKI Jawa Timur, Hadi Purwanto mengingatkan agar anggota JRKBB senantiasa berpegang pada rumus 5 W + 1 H dalam penulisan berita.
“Hindari opini saat menulis berita, dan selalu belajar bagaimana menulis berita atau menyampaikan berita dengan jernih dan runtut,” ujar Hadi, yang berpengalaman 29 tahun mengelola Rakom PLANET FM Wongsorejo dan kini aktif di media online dan membuat chanel Hape Aja.
Acara pelatihan ini dipandu Haderi, pegiat Radio Komunitas BRIT FM Gendoh Banyuwangi.
Salah satu pemateri pelatihan jurnalistik adalah Maulana Affandi, SS, Pemimpin Umum Sastra Wacana. Ia bilang, dalam membuat berita, penulis hendaknya paham demografi, sasaran informasi dan primetime yang bernilai serta algoritma dan jejak digital.
Maulana Affandi, alumnus Universitas Jember yang mendapatkan gelar S. 2 di Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan, di era medsos dan tingkat persaingan ketat ini, pegiat media harus selalu kreatif.
Ia sarankan, pegiat media punya Sportivy. “Contohnya saya sendiri, bisa saja dengan aplikasi Sportivy saya punya 4-5 chanel radio tanpa antena pemancar dan studio siaran standar, saya bisa siaran dengan pendengar di berbagai belahan dunia,” tuturnya.
Acara ditutup dengan pemberian sertifikat kepada narasumber oleh Ketua JRKBB, Bambang Irawan, didampingi Ketua Lembaga Penyiaran Komunitas Bisma FM, Hariyanto dan penyerahan kartu pers untuk kader reporter(Aguk Wahyu Nuryadi)
