
Dr Ir Hadi Prajaka SH MH.
Tetap netral, melihat fenomena kaum pembuat agama dan RELASIONAL kerohanian yang memperbudak manusia.
Bahaya kartel kartel Mafia pemimpin agama yang membutakan jiwa’ murni.
AGAMA DAN LEMBAGA
Apakah para nabi menciptakan agama? Menciptakan lembaga?
Tentu saja tidak…
BACA SEJARAH…
AGAMA MENJADI LEMBAGA RESMI PASKA KEMATIAN SANG NABI.
Dan lambat laun, agama sebagai laku hidup atau cara hidup pun pudar, berganti dengan agama yang hanya sebatas lembaga belaka…
ULAH SIAPA?
Tentu saja para penguasa…
Agama digunakan sebagai alat politik. Karena dengan agama, rakyat dapat dikuasai dengan mudah…
ITULAH FAKTANYA.
SAYA HANYA MENYAMPAIKAN FAKTA.
Yang bisa jadi fakta ini akan dianggap sesat oleh kebanyakan orang…
TAPI SADARILAH…
Apakah selama ini lembaga agama membawa perdamaian?
ALIH-ALIH PERDAMAIAN, HANYA KERUSAKAN DAN PERANG YANG DIBAWANYA…
AGAMA AKAN RUSAK KETIKA DILEMBAGAKAN DAN DIDUDUKI OLEH PARA PENGUASA.
PEMURNIAN AGAMA
AGAMA HARUS DIBEBAASKAN DARI SEGALA LEMBAGA.
AGAMA HARUS DIMURNIKAN.
DIMURNIKAN MENJADI LAKU HIDUP KEMBALI.
Saya rindu agama murni… laku hidup murni.
Yang hanya membawa kedamaian, kasih, dan kerukunan…
Agama itu bukan sekadar keyakinan…
Ia adalah cara hidup… laku hidup yang harus dilakukan dan diterapkan oleh masyarakat luas.
SIAPAKAH PARA NABI SEBENARNYA?
NABI BUKANLAH PEMBUAT LEMBAGA AGAMA…
PARA NABI IALAH PEMBAWA BERITA BAIK DAN PENYEMPURNA AKHLAK UNTUK MENCAPAI PENCERAHAN.
Apa sih itu agama? Dan sejak kapan agama menjadi suatu lembaga? Dan hanya fokus pada kuantitas, cenderung mengabaikan kualitas?
Apakah para nabi berfokus pada kuantitas?
Tentu saja tidak.
Baca sejarah para nabi… apakah beliau-beliau fokus pada penyebaran agama untuk menjaring manusia secara kuantitas, artinya menambah jumlah pengikut agama?
Baca sejarahnya dengan teliti… dan kalian akan menemukan fakta yang sangat mencengangkan bahwa:
TIDAK ADA SATU PUN NABI YANG DALAM HIDUPNYA BERLAKU MENYEBARKAN AGAMA SEBAGAI LEMBAGA.
BACA SEJARAHNYA DAN KALIAN AKAN MENEMUKAN BAHWA:
MISI SEJATI PARA NABI
PARA NABI IALAH PEMBAWA REVOLUSI ATAU PERUBAHAN SISTEM PADA ZAMAN TERSEBUT.
Revolusi dari ketidaksetaraan atau ketidaksamaan derajat manusia (ada penguasa dan yang dikuasai) menjadi KESETARAAN… KEMANUSIAAN…
PARA NABI IALAH PARA PEMBAWA NILAI-NILAI KEMANUSIAAN.
KITAB SUCI DAN FAKTA SEJARAH
TIDAK ADA SATU PUN NABI YANG MEMBUAT KITAB SUCI…
SAYA ULANGI SEKALI LAGI: TIDAK ADA SATUPUN NABI YANG MEMBUAT KITAB SUCI…
BACA SEJARAH… DAN KALIAN AKAN MENEMUKAN BAHWA:
SEMUA KITAB YANG KALIAN KLAIM DARI PARA NABI ITU DITULIS DAN DICIPTAKAN PASCA KEMATIAN PARA NABI.
Kitab tersebut dibuat didasarkan pada kata-kata para nabi. Ia nya serupa dengan diary…
Ketika Sang Nabi mengalami peristiwa A, maka pencerahan turun lalu timbullah kata-kata.
Oleh karena itu, ayat-ayat al kitab itu bersifat KONDISIONAL.
Artinya apa? Sang penafsir harus menghubungkan ayat yang bersangkutan dengan peristiwa turunnya ayat tersebut, sehingga diperoleh makna yang sesuai.
ITU FAKTA.
Para nabi tidak menyuruh kalian membaca kitab suci… karena di zaman beliau hidup, kitab suci belum ada.
BACA SEJARAH…
Beliau hanya menyuruh kalian:
“IKUTILAH AKU… IKUTI CARA HIDUPKU… AGAR KALIAN TERCERAHKAN SEPERTI AKU…”
MAKNA SEJATI MENGIKUTI NABI
AGAR KALIAN TERCERAHKAN SEPERTI AKU…
Bukan untuk menghafal kata-kataku, tapi untuk MENJADI seperti aku.
Bukan untuk memuja jasadku, tapi untuk MENGALAMI kesadaran yang sama denganku.
Itulah inti ajarannya. Itulah agama yang sejati.
Jadi, kembalilah kepada HIDUP, bukan kepada KERTAS.
Kembalilah kepada PENCERAHAN, bukan kepada DOGMA.
Kembalilah kepada MANUSIA, bukan kepada LEMBAGA.
Makelar dan salesman agama memiliki kemampuan menjual secara grosir dan eceran
