Penghayat-Spiritual Budaya Nusantara KA. Agustinus ( GusTri ) Wujudkan ” PASEBAN NGAWERUH LELUHUR” Untuk Jaga Warisan Nusantara tidak punah.

 

By KA. Agustinus Gus Tri.

 

DARI ENERGI KERAMAT HINGGA WANGSIT ILAHI: GUSTRI WUJUDKAN “PASEBAN NGAWERUH LELUHUR” UNTUK JAGA WARISAN NUSANTARA! 🔥

Sebuah perjalanan panjang yang menyatukan jiwa dan sejarah kini mencapai babak baru. KA. Agustinus yang akrab disapa GusTri, telah menempuh rangkaian kunjungan spiritual dan budaya yang menjelajahi berbagai penjuru Nusantara. Perjalanan ini ditutup dengan serangkaian ziarah ke tempat-tempat yang menyimpan kekuatan sejarah dan magis, meliputi Sitiinggil Mojokerto, Situs/Prasasti Sendang Kamal, Makam Keramat Ki Nantang Judo, serta Situs Benteng Pendem Ngawi.

Namun, di lokasi terakhir, pengalaman yang dialami bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah pertemuan batin yang dahsyat.

“Dalam ritual terakhir di Makam Keramat Ki Nantang Judo, saya merasakan energi yang sangat kuat dan alami. Kekuatan itu seakan menyatu dan memberikan pesan yang mendalam,” ungkap GusTri menceritakan pengalaman mistisnya.

Pengalaman itu tidak berhenti di situ. Dalam tidurnya, GusTri bermimpi bertemu dengan sosok yang tidak dikenalnya, namun sosok itu memberikan sebuah Payung—simbol yang dalam tradisi Nusantara sering kali bermakna perlindungan, otoritas, serta amanah tugas yang besar.

Melalui lelaku meditasi dan doa yang dilakukan setelahnya, makna dari semua pengalaman itu pun terang benderang. GusTri menyadari bahwa ia menerima Wangsit atau petunjuk gaib: perjalanan ini tidak boleh berhenti, justru harus diperluas dan dilanjutkan.

Menjawab panggilan hati dan petunjuk leluhur tersebut, GusTri mengambil keputusan besar. Rumah tempat tinggalnya kini dikondisikan ulang dan diubah fungsinya menjadi sebuah tempat pertemuan dan penghormatan yang diberi nama “PASEBAN NGAWERUH LELUHUR”.

Tempat ini bukan sekadar bangunan, melainkan wujud janji setia. Sebagaimana maknanya, Paseban Ngaweruh Leluhur didirikan agar generasi sekarang dan anak cucu di masa depan senantiasa memiliki tempat untuk mengenang, belajar, dan melanjutkan tugas mulia: Nguri-uri tradisi, menghormati nenek moyang, dan menjaga agar peradaban agung Nusantara tidak pernah punah ditelan zaman.

Ini adalah awal dari perjuangan baru, di mana warisan leluhur akan terus hidup dan bersinar bagi seluruh bangsa!