Ghovin, Anak Tukang Bakso Keliling: “Sukses Menjadi Sarjana”

Kediri-Menaramadinah. Com Sabtu Pon, 11 April 2026 Alhamdulillah, anak-anak PKH sudah beberapa yang berhasil menjadi sarjana di berbagai disiplin ilmu, Salah satu contohnya adalah anak KPM dari Desa Kandangan, berikut ini penuturannya:

Nama saya Ghovin Suraju biasa dipanggil Ghovin , nama ayah saya Junaidi dan ibu saya Suji Rahayu, saya bertempat tinggal di desa Kandangan, Dusun kacangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur.
Saya berkuliah di Universitas Nusantara PGRI kediri,  dengan jurusan Teknik Informatika Di Fakutas Teknik Informasi dan Ilmu Komputer (FTIK) Dengan gelar S.Kom (Sarjana Komputer) sewaktu saya dibangku perkuliah saya Mencoba Mendaftar KIP-K, yang awalnya hanya mencoba saja tapi allhamdulilahnya saya diterima menjadi salah satu anak yang mendapat KIP-K, lalu saya mencoba lagi ikut organisasi di kampus saya agar lebih banyak teman dan banyak juga belajar hal hal baru yang belum pernah saya rasakan sebelumnya dengan mengikuti organisasi di kampus saya mendapat banyak kenalan dan banyak juga belajar hal hal baru dari kampus lainnya tetapi walaupun ikut organisasi saya juga tidak lupa dengan kuliah, nah itu yang mambuat kuliah kita berbeda dengan anak yang hanya kuliah saja dan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kukiah pulang) dan dengan organisasi juga dapat merubah pemikiran kit, sudut pandang kita terhadap apa yang terjadi didalam kampus dan luar kampus makannya kuliah itu seru
Singkatnya saya bersemangat Karena Ada dukungan dari kedua orang tua ku yang tak pernah berhenti mendoakan dan saya ingin sekali dengan gelar yang telah didapat ini bisa menginspirasi teman teman diluar sana agar tidak berfikiran pendek agar STOP dengan ijazah SMK/SMA lalu berpikir kuliah itu hanya untuk orang orang kaya saja, saya ingin membuktikan kepada semua nya bahwa anak tukang bakso keliling , tukang pentol, dll itu bisa berkuliah sampai lulus dan mendapat gelar sarjana.
Hal yang berkesan bagi saya saat pak Habib Menjadi pendamping PKH itu saat belajar melukis dengan ampas kopi waktu itu
Pesan saya, jika kalian anak-anak PKH mempunyai keinginan wujudkanlah keinginan tersebut karena jika ada keinginan dan kalian mempunyai niat pasti akan ada jalan.

Kisah Ghovin ini sangat menyentuh menginspirasi kita semua, semoga anak-anak kita memiliki cita-cita yang tinggi untuk pendidikan nya dan para orang tua agar mendukung anak-anak nya sukses di sekolah syukur-syukur bisa sampai bisa sampai berhasil menjadi sarjana. Kekurangan ekonomi jangan menjadi halangan, setidaknya Ghovin telah membuktikan, menjadi sarjana berkat do’a dan dukungan kedua orang tuanya. Semoga anak-anak PKH semakin banyak yang menyusul Ghovin menjadi sarjana dan maslakat ilmunya. Amin.
Nur Habib, mengabarkan.