
Pandeglang, Banten – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, masih ada sekelompok anak muda yang berdedikasi untuk melestarikan budaya Nusantara, khususnya Kesenian Budaya Silat Cimande. Salah satunya adalah Kang Toyib, seorang tokoh muda yang aktif sebagai pelaku kesenian budaya.
Dalam wawancara pada hari Rabu, 8 April, di Padepokan Tunas Mekar, Pandeglang, Kang Toyib mengatakan bahwa Kesenian Budaya Silat Cimande bukan hanya sekedar bela diri, tapi juga merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan. “Bisa shalat, bisa silat” adalah moto yang ia pegang teguh sebagai pelestari seni budaya.
Kang Toyib menjelaskan bahwa tujuan dari Kesenian Budaya Silat Cimande tidak hanya sekedar bela diri, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas, seperti membangun kesadaran yang mendalam tentang jiwa pencak Kesenian Budaya Silat Cimande dan membentuk komunitas besar yang menjalankan ibadah, melestarikan tradisi adat istiadat, dan ajaran nilai luhur Pancasila dan UUD 45.
Padepokan Tunas Mekar, tempat Kang Toyib dan anggota lainnya berlatih, telah terdaftar secara legal di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sejak tahun 2016. Hal ini menunjukkan komitmen padepokan dalam melestarikan budaya kesenian Silat Cimande dengan cara yang profesional dan bertanggung jawab.
Di dalam padepokan, Kang Toyib dan anggota lainnya diajarkan beberapa seni teknik, termasuk seni debus. Mereka juga melakukan latihan fisik dan mental untuk meningkatkan kekuatan dan konsentrasi. Selain itu, mereka juga melakukan kegiatan sosial, seperti mengunjungi panti asuhan dan melakukan bakti sosial di masyarakat.
Sebagai pelaku seni budaya Kang Toyib berharap bahwa generasi muda dapat lebih peduli dan terlibat dalam melestarikan budaya Nusantara. “Kita harus menjaga dan melestarikan budaya kita sendiri, agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang,” katanya. Ia juga menambahkan, “Kesenian Budaya Silat Cimande adalah identitas kita, adalah jati diri kita. Mari kita lestarikan dan kita banggakan!”
Semoga Kesenian Budaya Silat Cimande dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan bangsa.
Diar Mandala
