
BLITAR – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-120 Kota Blitar yang jatuh pada 1 April 2026, Pemerintah Kota Blitar menggelar kegiatan ziarah malam pada Senin (31/3/2026).
Acara yang dipimpin langsung Wali Kota Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) bersama Forkopimda dan seluruh OPD ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat jati diri daerah dalam menghadapi era pembangunan modern.
*Rangkaian Kegiatan Ziarah*
Kegiatan ziarah diawali dengan kunjungan ke makam Bung Karno, sebagai bentuk penghormatan kepada Proklamator yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Blitar.
Setelah itu, rombongan dibagi menjadi dua tim untuk mengunjungi makam leluhur dan tokoh lokal yang berjasa dalam sejarah berdirinya kota:
– Tim I (dipimpin Wali Kota bersama Forkopimda): Mengunjungi makam Pangeranan dan dilanjutkan ke makam Adipati Aryo Blitar, di mana dilakukan upacara tabur bunga.
– Tim II (dipimpin Priyo Suhartono): Mengunjungi makam Mbah Bendo dan makam Mbah Djoyodigdan.
Seluruh rangkaian berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk menghormati para pendiri dan leluhur kota.
*Makna Ziarah Sebagai Refleksi Sejarah*
Wali Kota Syauqul Muhibbin menjelaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan kesempatan untuk “flashback” atau mengingat kembali perjalanan panjang terbentuknya Kota Blitar. Melalui doa yang dipanjatkan, pemerintah berharap dapat menghormati serta meneladani semangat perjuangan para pendiri.
“Kami mengingat sejarah terbentuknya Kota Blitar dengan mendoakan para leluhur dan tokoh inspiratif. Harapannya, kegiatan ini mengingatkan kita tentang latar belakang, sejarah, budaya, dan tujuan dibentuknya kota ini,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah sangat penting agar generasi saat ini tidak melupakan perjuangan para pendahulu. Nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah tersebut kemudian menjadi dasar untuk menyusun arah pembangunan ke depan.
*Tema “Transformasi Menuju Kota Masa Depan”*
Pada peringatan ke-120 tahun ini, Pemkot Blitar mengusung tema “Transformasi Menuju Kota Masa Depan”. Mas Ibin menegaskan bahwa tema tersebut menunjukkan komitmen untuk menjalankan pembangunan modern yang tetap berakar pada nilai historis dan budaya lokal.
“Kota masa depan adalah kota yang dilandasi semangat para pendiri dan tokoh terdahulu. Kita tidak boleh melupakan akar jati diri untuk melangkah maju,” tegasnya.
Dengan demikian, kegiatan ziarah ini menjadi bentuk penguatan komitmen pembangunan berkelanjutan yang seimbang antara kemajuan dan pelestarian identitas daerah.
*Pesan Motivasi*
Perjalanan 120 tahun Kota Blitar adalah bukti kekuatan semangat perjuangan para leluhur yang tidak pernah patah dalam membangun dan memajukan daerah. Bagi kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat, mari jadikan sejarah sebagai kompas yang mengarahkan langkah menuju masa depan. Mari kita jaga dan lestarikan nilai-nilai luhur lokal sambil terus berinovasi untuk mewujudkan Kota Blitar yang lebih baik, maju, dan tetap memiliki ciri khas yang membedakannya.*Imam Kusnin Ahmad*
