SYIAH : ASLI VS SESAT, APA PERBEDAANNYA

By Sayyid Diar Mandala.

 

Sejarah Syiah adalah salah satu topik yang paling menarik dan kompleks dalam dunia Islam. Dengan akar yang mendalam dalam sejarah Islam, Syiah telah berkembang menjadi berbagai aliran dan sekte yang berbeda-beda.

Dalam sebuah wawancara, Diar Mandala, peneliti Timur Tengah, menjelaskan bahwa Syiah Sabaiyah adalah salah satu aliran Syiah yang memiliki ajaran yang berbeda dengan ajaran Islam mainstream.

Tahun 632 M, setelah wafatnya Rasulullah, umat Islam mengalami perubahan besar. Salah satu tokoh yang muncul pada masa itu adalah Abdullah bin Saba, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam. Ia mulai menyebarkan ajaran yang menyimpang tentang Ali bin Abi Talib, sepupu dan menantu Rasulullah.

“Abdullah bin Saba memiliki pengaruh yang besar pada masa itu, dan ajarannya masih dipelajari oleh beberapa kelompok Syiah hingga hari ini,” katanya.

Sejarah juga mencatat bahwa beberapa tokoh penting dalam Islam, seperti Bilal bin Rabah, Syaidina Husein, dan Hasan bin Ali Abi Talib, telah menjadi korban kekerasan dan pertikaian dalam sejarah Islam.

“Bilal bin Rabah, seorang sahabat Rasulullah yang setia, dibunuh oleh kelompok yang tidak setuju dengan ajarannya,” katanya. “Syaidina Husein dan Hasan bin Ali Abi Talib juga menjadi korban kekerasan dalam pertikaian kekuasaan pada masa itu.”

Diar Mandala juga menjelaskan bahwa ada beberapa teori tentang peran Yahudi dan Amerika dalam perkembangan Syiah. “Beberapa teori mengatakan bahwa Yahudi dan Amerika memiliki kepentingan dalam menciptakan perpecahan dalam umat Islam, dan Syiah adalah salah satu hasilnya,” katanya.

“Namun, perlu diingat bahwa teori ini masih diperdebatkan dan tidak ada bukti yang kuat untuk mendukungnya,” tambahnya.

Tidak semua Syiah adalah seperti Syiah Sabaiyah. Syiah Zaidiah dan Syiah Imamiah, memiliki ajaran yang sesuai dengan ajaran Islam dan diakui oleh banyak ulama.

“Contoh Syiah yang asli dan diakui adalah Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin spiritual Iran saat ini,” katanya.

Dengan memahami sejarah dan ajaran Syiah, kita dapat meningkatkan toleransi dan pemahaman antar umat Islam.

Syiah adalah salah satu aliran Islam yang kompleks dan memiliki sejarah panjang. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan toleransi dan pemahaman antar umat Islam, serta memahami Syiah yang sebenarnya.

“Indonesia, negeri yang kaya akan keberagaman, harus menjadi contoh bagi dunia dalam meningkatkan toleransi dan pemahaman antar umat Islam. Mari kita memahami Syiah yang sebenarnya, dan tidak membiarkan perbedaan menjadi penghalang bagi persatuan dan kesatuan umat Islam. Bersama-sama, kita dapat membangun Indonesia yang lebih harmonis dan sejahtera.”