
Surabaya, 27 Maret 2026 – Kota Surabaya, yang dikenal sebagai kota pahlawan, menjadi inspirasi bagi kota-kota lain untuk bangkit dan melindungi masyarakat dari penindasan dan ajaran sesat. Sejumlah kelompok yang tidak bertanggung jawab diduga ingin menguasai negara Indonesia dengan menyebarkan khurafat dan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Dalam acara Halal Bihalal DPD PWI LS Kota Surabaya yang diadakan di Wonocolo, Surabaya. KH Nur Ihya, Kasepuhan DPD PWI LS Kota Surabaya, mengingatkan bahwa jika kita tidak waspada, Indonesia bisa kehilangan identitasnya dalam 20 tahun ke depan. Banyak masyarakat yang telah menjadi korban di daerah-daerah, dan jika tidak dihentikan, penjajahan spiritual ini akan terus mengancam kehormatan kita.
“Siapa lagi kalau bukan kita yang harus meluruskan kesesatan ini? Kita harus kembali kepada ajaran yang sebenarnya, sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis,” tegas KH Nur Ihya.
“Penjajahan spiritual adalah ancaman nyata bagi bangsa kita. Kita harus waspada dan bersatu untuk melawannya,” lanjut KH Nur Ihya.
Acara tersebut diawali dengan sambutan oleh KH R. Ismail, Ketua DPD PWI LS Surabaya, yang menyambut baik kehadiran para tamu undangan, termasuk Kasepuhan PWI LS Dr. KH Husnu Mufid, para Kyai, dan seluruh struktur PWI LS Surabaya, serta masyarakat Surabaya.
PWI LS berkomitmen untuk mencerdaskan masyarakat dan membebaskan mereka dari penjajahan spiritual. Penjajahan spiritual adalah ancaman nyata bagi bangsa Indonesia, dan kita harus bersatu untuk melawannya. Dengan kembali kepada ajaran agama yang sebenarnya dan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat membebaskan Indonesia dari penjajahan spiritual dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan beriman. Mari kita bersatu dan berjuang untuk Indonesia yang bebas dari penjajahan spiritual!
Diar Mandala
Pembina DPD PWI LS Kab. Pandeglang-Banten.
