
Jakarta-Hendrik Irawan, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, akhirnya buka suara usai usahanya disuspend. Keputusan ini datang langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) setelah aksinya viral di media sosial.
Sanksi penutupan sementara tersebut ditegaskan oleh Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menyebut langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi terhadap mitra program.
Nama Hendrik mendadak ramai diperbincangkan setelah video jogetnya yang menyatakan dapat penghasilan Rp6 juta sehari menyebar luas. Aksi tersebut memicu beragam reaksi dari warganet, hingga menuai banyak kritik.
Lewat akun media sosial pribadinya, Hendrik menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut.
“Pagi ini saya diberhentikan oleh Ibu Nanik selaku wakil kepala BGN mungkin netizen merasa puas tidak apa-apa yang penting saya telah meminta maaf beberapa kali kepada netizen,” kata Hendrik.
Ia juga mengaku tidak terlalu memikirkan dampak terhadap mentalnya.
Hendrik bahkan mempersilakan warganet untuk mengh1n4 dirinya. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk merendahkan program Presiden maupun masyarakat Indonesia.
Di akhir pernyataannya, Hendrik turut meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan pihak BGN. Ia juga memastikan bahwa SPPG miliknya akan ditutup sementara sebagai bentuk tanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi.
Sumber: Tribun Jakarta
