
CIREBON — menaramadinah.com
Suasana kebersamaan kembali menghangatkan lingkungan RW 04 Pesayangan, Keluraha Panjunan, saat warga menggelar Halal Bi Halal rutin setiap tahun usai pelaksanaan salat Ied, Sabtu (21/3) pagi. Kegiatan yang dipusatkan di halaman rumah salah satu warga RW 04 ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, ibu-ibu, remaja, serta warga dari berbagai usia.
Acara dimulai selepas jamaah kembali dari masjid usai salat Ied. Dengan mengenakan busana muslim terbaik, warga berbaris rapi untuk saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan melanjutkan ramah tamah bersama. Hidangan tersaji berbagai macam, serta aneka kue dan minuman — disajikan secara gotong royong oleh keluarga-keluarga di lingkungan RW 04 Pesayangan.
Salah satu tokoh masyarakat, kang isnain kusharyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda tetap warga. “Setiap tahun, begitu selesai salat Ied, kami berkumpul. Tujuannya sederhana menyambung silaturahmi yang mungkin renggang karena kesibukan, ujarnya di sela acara.
Kang Isnain Kusharyanto, menegaskan pentingnya menjaga makna Halal Bi Halal di tengah masyarakat. “Kegiatan Halal Bi Halal sangat baik karena makna Halal Bi Halal itu sendiri adalah menghalalkan kembali hubungan yang sempat terputus, membersihkan hati dari salah dan khilaf, serta menguatkan kembali persaudaraan di antara kita,” kata Kang Isnain. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki komunikasi antarwarga, mempererat gotong royong, dan menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan.
Selain prosesi salam-salaman, rangkaian acara diisi dengan tausiyah singkat tentang keutamaan menjaga silaturahmi, doa bersama untuk keselamatan dan kerukunan warga.
Warga berharap tradisi Halal Bi Halal di RW 04 Pesayangan terus terjaga sebagai wadah mempererat ukhuwah dan memperkuat solidaritas. “Semoga setelah ini tidak ada lagi ganjalan di hati. Kita mulai kembali dengan niat yang bersih, saling mendukung untuk lingkungan yang lebih rukun,” tutup Kang Isnain. (hsn)
