
๐ธ๐ฎ๐ฉ๐ธ
*_๐Beberapa Amalan Sunnah di Hari ‘Iedul Fitri_*
Dari โAbdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,
*ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ูุงู ููุบูุฏูู ููููู ู ุงููููุทูุฑู ุญูุชููู ููุฃููููู ูููุงู ููุฃููููู ููููู ู ุงูุฃูุถูุญูู ุญูุชููู ููุฑูุฌูุนู ููููุฃููููู ู ููู ุฃูุถูุญููููุชููู*
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam biasa berangkat shalat โied pada hari Idul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat โied baru beliau menyantap hasil qurbannya.โ (HR. Ahmad 5: 352).
*๐Beberapa Pelajaran yang Terdapat dalam Hadits diatas :*
Berikut Beberapa Amalan yang disunnahkan di hari ‘Iedul Fitri :
1. Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat sholat ‘Iedul Fithri. Mandi ketika itu disunnahkan. Yang menunjukkan anjuran ini adalah atsar dari sahabat Nabi.
Dari โAli bin Abi Thalib radhiyallahu โanhu, seseorang pernah bertanya pada โAli mengenai mandi. โAli menjawab, โMandilah setiap hari jika kamu mau.โ Orang tadi berkata, โBukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?โ โAli menjawab, โMandi pada hari Jumโat, hari โArafah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.โ (HR. Al-Baihaqi, 3: 278.)
Ada riwayat dari Ibnu โUmar radhiyallahu โanhuma sebagai berikut.
*ุนููู ููุงููุนู ุฃูููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุนูู ูุฑู ููุงูู ููุบูุชูุณููู ููููู ู ุงููููุทูุฑู ููุจููู ุฃููู ููุบูุฏููู ุฅูููู ุงููู ูุตููููู*
Dari Nafiโ, (ia berkata bahwa) โAbdullah bin โUmar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwathoโ 426. Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih).
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk sholat โied.
Dikatakan dianjurkan karena saat itu adalah berkumpulnya orang banyak sama halnya dengan shalat Jumโat. Kalau shalat Jumโat dianjurkan mandi, maka shalat โied pun sama.
2. Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik
Ada riwayat yang disebutkan dalam Bulughul Maram no. 533 diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Nabi shallallahu โalaihi wa sallam memiliki baju khusus di hari Jum’at dan di saat beliau menyambut tamu. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adab Al-Mufrad)
Ada juga riwayat dari โAbdullah bin โUmar radhiyallahu โanhuma, ia berkata bahwa โUmar pernah mengambil jubah berbahan sutera yang dibeli di pasar. Ketika โUmar mengambilnya, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam datang, Ibnu โUmar lantas berkata, โWahai Rasulullah, belilah pakaian seperti ini lantas kenakanlah agar engkau bisa berpenampilan bagus saat โied dan menyambut tamu.โ Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam lantas berkata,
*ุฅููููู ูุง ููุฐููู ููุจูุงุณู ู ููู ูุงู ุฎููุงููู ูููู*
โPakaian seperti ini membuat seseorang tidak mendapatkan bagian di akhirat.โ (HR. Bukhari, no. 948)
Nabi shallallahu โalaihi wa sallam tidak mempermasalahkan berpenampilan bagus di hari ‘Iedul Fithri. Yang jadi masalah dalam cerita hadits di atas adalah jenis pakaian yang โUmar beli yang terbuat dari sutera.
Ada juga riwayat dari Jabir radhiyallahu โanhu, ia berkata,
*ููุงูู ููููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฌูุจููุฉู ููููุจูุณูููุง ููููุนูููุฏููููู ููููููู ู ุงูุฌูู ูุนูุฉู*
โNabi shallallahu โalaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jumโat.โ (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765).
Diriwayatkan pula dari Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu โUmar radhiyallahu โanhuma biasa memakai pakaian terbaik di hari โied.
Aturan berpenampilan menawan di hari โied berlaku bagi pria. Sedangkan bagi wanita, lebih aman baginya untuk tidak menampakkan kecantikannya di hadapan laki-laki lain. Kecantikan wanita hanya spesial untuk suaminya.
3. Makan sebelum shalat ‘Iedul Fithri
Dari โAbdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,
*ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ูุงู ููุบูุฏูู ููููู ู ุงููููุทูุฑู ุญูุชููู ููุฃููููู ูููุงู ููุฃููููู ููููู ู ุงูุฃูุถูุญูู ุญูุชููู ููุฑูุฌูุนู ููููุฃููููู ู ููู ุฃูุถูุญููููุชููู*
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam biasa berangkat shalat โied pada hari ‘Iedul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari ‘Iedul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari sholat โied baru beliau menyantap hasil qurbannya.โ (HR. Ahmad 5: 352).
Untuk shalat ‘Iedul Fithri disunnahkan untuk makan sebelum keluar rumah dikarenakan adanya larangan berpuasa pada hari tersebut dan sebagai pertanda pula bahwa hari tersebut tidak lagi berpuasa.
Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al-Fath (2: 446) menyatakan bahwa diperintahkan makan sebelum sholat ‘Iedul Fithri adalah supaya tidak disangka lagi ada tambahan puasa. Juga maksudnya adalah dalam rangka bersegera melakukan perintah Allah.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu โanhu, ia berkata,
*ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ูุง ููุบูุฏูู ููููู ู ุงููููุทูุฑู ุญูุชููู ููุฃููููู ุชูู ูุฑูุงุชู .. ููููุฃูููููููููู ููุชูุฑูุง*
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari ‘Iedul Fithri (ke tempat shalat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.โ (HR. Bukhari, no. 953).
Kalau tidak mendapati kurma, boleh makan makanan halal lainnya.
4. Bertakbir dari rumah menuju tempat sholat
Ketika puasa Ramadhan telah sempurna, kita diperintahkan untuk mensyukurinya dengan memperbanyak takbir. Allah Taโala berfirman,
*ููููุชูููู ููููุง ุงููุนูุฏููุฉู ููููุชูููุจููุฑููุง ุงูููููู ุนูููู ู ูุง ููุฏูุงููู ู ููููุนููููููู ู ุชูุดูููุฑูููู*
โDan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.โ (QS. Al Baqarah: 185).
Dalam suatu riwayat disebutkan,
*ููุงูู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฎูุฑูุฌู ููููู ู ุงูููุทูุฑู ููููููุจููุฑู ุญูุชููู ููุฃูุชููู ุงูู ุตููููู ููุญูุชููู ููููุถููู ุงูุตูููุงูุฉู ููุฅูุฐูุง ููุถูู ุงูุตูููุงูุฉู ุ ููุทูุนู ุงูุชููููุจูููุฑู*
โNabi shallallahu โalaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Iedul Fithri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.โ (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2).
Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan bahwa kaum muslimin ketika itu keluar dari rumah mereka sambil bertakbir hingga imam hadir (untuk shalat ied).
Namun kalau kita lihat dari keumuman ayat Surat Al-Baqarah ayat 185 yang menunjukkan perintah bertakbir itu dimulai sejak bulan Ramadhan sudah berakhir, berarti takbir ‘Iedul Fithri dimulai dari malam Idul Fithri hingga imam datang untuk shalat โied.
Takbir yang diucapkan sebagaimana dikeluarkan oleh Saโid bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah, bahwasanya Ibnu Masโud bertakbir,
*ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ูููููู ุงูุญูู ูุฏู*
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd. (artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya).
Disyariโatkan bertakbir dilakukan oleh setiap orang dengan menjaherkan (mengeraskan) bacaan takbir. Ini berdasarkan kesepakatan empat ulama madzhab. (Majmuโah Al-Fatawa, 24: 220).
5. Saling mengucapkan selamat (at-tahniah)
Termasuk sunnah yang baik yang bisa dilakukan di hari ‘Iedul Fithri adalah saling mengucapkan selamat. Selamat di sini baiknya dalam bentuk do’a seperti dengan ucapan โtaqabbalallahu minna wa minkumโ (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dahulu.
*ูุนู ุฌูุจูููุฑู ุจููู ููููููุฑู ููุงูู : ููุงูู ุฃูุตูุญูุงุจู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฅูุฐูุง ุงูููุชูููููุง ููููู ู ุงููุนููุฏู ููููููู ุจูุนูุถูููู ู ููุจูุนูุถู : ุชูููุจูููู ุงูููููู ู ููููุง ููู ูููู*
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam berjumpa dengan hari โied (Idul Fithri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan, โTaqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).โ Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. (Fath Al-Bari, 2: 446)
Imam Ahmad rahimahullah berkata,
*ููููุง ุจูุฃูุณู ุฃููู ููููููู ุงูุฑููุฌูู ูููุฑููุฌููู ููููู ู ุงููุนููุฏู : ุชูููุจูููู ุงูููููู ู ููููุง ููู ูููู*
โTidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya โied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka.โ (Al-Mughni, 2: 250).
Namun ucapan selamat di hari raya sebenarnya tidak diberi aturan ketat di dalam syariโat kita. Ucapan apa pun yang diutarakan selama maknanya tidak keliru asalnya bisa dipakai. Contoh ucapan di hari raya โied :
-โIed mubarak, semoga menjadi โied yang penuh berkah.
-Minal โaidin wal faizin,
Semoga kembali dan meraih kemenangan.
-Kullu โaamin wa antum bi khair (semoga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan.
-Selamat ‘Iedul Fithri 1447 H.
-Sugeng Riyadin 1447 H (selamat hari raya) dalam bahasa Jawa.
Ucapan selamat di atas biasa diucapkan oleh para salaf setelah shalat โied. Namun jika diucapkan sebelum shalat โied pun tidaklah bermasalah.
6. Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda
Dari Jabir radhiyallahu โanhu, ia berkata,
*ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ููุงูู ููุงูู ุงููููุจูููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู โ ุฅูุฐูุง ููุงูู ููููู ู ุนููุฏู ุฎูุงูููู ุงูุทููุฑูููู*
Dari Jabir radhiyallahu โanhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu โalaihi wa sallam ketika berada di hari ‘ied (ingin pergi ke tempat shalat,), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986).
Di antara hikmah kenapa Nabi shallallahu โalaihi wa sallam membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal. Allah Taโala berfirman,
*ููููู ูุฆูุฐู ุชูุญูุฏููุซู ุฃูุฎูุจูุงุฑูููุง*
โPada hari itu bumi menceritakan beritanya.โ (QS.Al-Zalzalah : 4).
Rasul lalu bertanya, โApakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi?โ
Para sahabat menjawab, โAllah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.โ
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
*ุฅูููู ุฃูุฎูุจูุงุฑูููุง ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุนูููู ููููู ุนูุจูุฏู ุฃููู ุฃูู ูุฉู ุจูู ูุง ุนูู ููู ุนูููู ุธูููุฑูููุง ุฃููู ุชูููููู ุนูู ููู ููุฐูุง ููููุฐูุง ููููู ู ููุฐูุง ููููุฐูุง ููุงูู ููููุฐููู ุฃูุฎูุจูุงุฑูููุง*
โSesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, โManusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.โ Inilah yang diberitakan oleh bumi. (HR. Tirmidzi no. 2429).
*๐Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur’an :*
1. Allah Taโala Berfirman :
*ููุง ุจูููู ุขุฏูู ู ุฎูุฐููุง ุฒููููุชูููู ู ุนูููุฏู ููููู ู ูุณูุฌูุฏู ูููููููุง ููุงุดูุฑูุจููุง ููููุง ุชูุณูุฑููููุง ุฅูููููู ููุง ููุญูุจูู ุงููู ูุณูุฑูููููู*
โHai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap kali (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.โ (QS. Al-Aโraf [7]: 31).
2. Allรขh Taโala Berfirman :
*ููุตูููู ููุฑูุจูููู ููุงููุญูุฑู*
โDirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).โ (QS. Al Kautsar: 2).
Maksud ayat ini adalah perintah untuk melaksanakan sholat ‘ied.
*๐น๐ธ๐นุงูููููููููููููููู ุตู ูุณูู ูุจุงุฑู ุนูู ุณูุฏูุงู ุญู ุฏ ูุนูู ุงูู ูุตุญุจู ุงุฌู ุนูู๐คฒ*
