
Filosofi Ngaku Lepat: Kata ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa berasal dari ngaku lepat, yang berarti “mengaku kesalahan”. Berikut ini :
Ini menjadi simbol saling memaafkan setelah beribadah puasa.
Filosofi Laku Papat: Ketupat juga melambangkan laku papat (empat tindakan) yaitu:
Lebaran: Selesai puasa.
Luberan: Melimpah (anjuran bersedekah).
Leburan: Habis/Melebur dosa.
Laburan: Kapur putih, lambang hati suci kembali.
Simbol Bentuk: Janur kuning (daun kelapa muda) melambangkan penolak bala, sementara bentuk segi empat mencerminkan kiblat papat limo pancer (empat arah mata angin dan satu pusat), simbol arah menuju Allah SWT.
Waktu Pelaksanaan: Dilakukan seminggu setelah Idul Fitri (sering disebut Bakda Kupat) dan menandai berakhirnya puasa sunah enam hari di bulan Syawal.
