3 Wartawan Diancam Bunuh Saat Liputan Tambang

Bangka-Tiga wartawan dikeroyok dan diancam bunuh saat meliput di perusahaan pengolahan mineral ikutan timah berupa zircon PT PMM di Jalan Lintas Timur Air Anyir, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (7/3/2026) sore.

Jurnalis tvOne Fredy Primadana bahkan mengalami luka setelah dikeroyok oleh petugas. Kasus tersebut kini ditangani Polda Bangka Belitung.

Fredy Primadana mengatakan dirinya bersama dua wartawan lain mengalami intimidasi dan pemukulan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Saat sedang ingin melakukan peliputan sopir truk di perusahaan tersebut melakukan intimidasi dan pemukulan serta ancaman pembunuhan terhadap kami,” kata Fredy Primadana, Minggu (8/3/2026).

Fredy menjelaskan mereka juga dipaksa membuat video permintaan maaf dalam kondisi tertekan. “Kami terpaksa mengikuti karena nyawa kami tecancam,” ujarnya.

Video tersebut memperlihatkan Primadana bersama rekannya Dedy Wahyudi, wartawan media online lokal, berada di dalam sebuah ruangan di area PT PMM. Seorang wartawan lain berhasil mengamankan diri dari insiden tersebut

Primadana mengatakan mereka tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga sempat diancam akan dibunuh. Polisi kemudian datang ke lokasi kejadian sehingga para wartawan dapat keluar dengan selamat.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Bangka Belitung. Tiga orang dilaporkan dalam kasus ini, yakni seorang sopir truk, seorang petugas keamanan, dan seorang sopir minibus yang diduga merupakan pegawai PT PMM.

Peristiwa pengeroyokan terjadi di gerbang PT PMM saat para wartawan datang untuk meliput informasi terkait dugaan pengepungan dan pemukulan terhadap intel Satgas tambang ilegal oleh warga di sekitar lokasi.

Konfirmasi yang diharapkan tidak didapat. Para wartawan justru mengalami pengeroyokan meski telah menunjukkan identitas berupa kartu pers kepada petugas keamanan perusahaan.

Kepala Bidang Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Agus Sugiyarso mengatakan laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap jurnalis telah diterima dan saat ini dalam proses penyelidikan.

Sumber : beritasatu
@warta.labura
#wl101