Kapolri Safari Ramadhan di Jatim: Ajak Ulama-Umara Solid Dukung Program Pemerintah.

SURABAYA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo gelar Safari Ramadan di Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi utama: Mapolda Jawa Timur dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Dalam kesempatan ini, Jenderal Sigit tekankan pentingnya soliditas seluruh pihak jaga stabilitas keamanan nasional. Ia juga ajak ulama dan umara dukung program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di Mapolda Jawa Timur, acara dihadiri berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh agama, aktivis mahasiswa, hingga komunitas ojol. Jenderal Sigit soroti dinamika situasi global yang memanas. Terutama konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan energi dalam negeri.

“Indonesia mau tidak mau harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Itu butuh kerja sama dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jenderal Sigit.

Ia tegaskan prasyarat utama program ketahanan nasional adalah stabilitas keamanan yang terjaga. Sigit berkaca pada keberhasilan Indonesia lewati pandemi COVID-19 berkat kekompakan seluruh elemen bangsa.

“Kuncinya adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Ulama, umara, masyarakat, pengusaha, semua bersatu sehingga kita bisa lewati krisis dengan cepat,” tambahnya.

Kapolri juga ajak ulama dan tokoh masyarakat Jatim berikan pemahaman pada warga. Soal program prioritas pemerintah seperti hilirisasi industri dan pengembangan energi terbarukan. Hal ini dinilai penting optimalkan momentum bonus demografi.

“Kita harus persiapkan SDM kita. Bonus demografi hanya terjadi satu kali. Jika tak bisa dilewati baik, harapan lompat dari negara berkembang jadi maju akan berat,” tegasnya.

Siang harinya, Kapolri lanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Ia didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Di sana, Kapolri lakukan pertemuan tertutup dengan jajaran pengasuh pesantren di Dalem Kasepuhan.

Wakil Ketua Majelis Pengasuh, Gus Aam Sholahul Am Notobuwono, jelaskan pertemuan ini silaturahmi biasa di bulan Ramadan. Namun, ada pesan penting yang disampaikan Kapolri.

“Beliau bersilaturahmi dan meminta doa restu serta dukungan dari para ulama. Agar bisa saling menjaga kondisi bangsa di tengah situasi internasional yang saat ini tidak baik-baik saja,” ujar Gus Aam.

Pertemuan ini juga jadi momentum perkuat hubungan ulama dan pemerintah. Tujuannya menjaga stabilitas nasional.

“Semoga dapat mempererat sinergi antara ulama dan umara. Sekaligus menjaga keamanan, kerukunan, serta kedamaian di tengah masyarakat,” pungkas Gus Aam.

Namun, ajakan ini tentu membawa tantangan tersendiri. Peran ulama dan tokoh masyarakat sangat krusial dalam sosialisasi. Namun, perlu dipastikan pemahaman yang disampaikan akurat dan objektif. Program seperti hilirisasi dan energi terbarukan memiliki aspek teknis dan dampak sosial yang kompleks. Ulama dan tokoh perlu dibekali data lengkap agar penjelasan ke masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Selain itu, soal soliditas yang digaungkan juga harus diimbangi transparansi kebijakan. Rakyat akan lebih mudah bersatu jika mereka memahami tujuan dan manfaat program pemerintah secara jelas. Kepercayaan publik adalah kunci agar dukungan terhadap program strategis ini berjalan lancar dan berkelanjutan.

Hadir dalam acara di Mapolda antara lain tokoh ulama sepuh: KH Anwar Mansur, KH Miftaqul Ahyar, dan KH Anwar Iskandar. Turut hadir Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Rudy Saladin, dan Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto. Kapolri juga didampingi jajaran Pejabat Utama Mabes Polri.

Safari Ramadan Kapolri di Jatim, baik di Mapolda maupun di Ponpes Bahrul Ulum, menjadi momentum penting. Ini bangun sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat. Pesan soliditas dan dukungan terhadap program pemerintah sangat relevan di tengah tantangan global. Keterlibatan ulama dan umara diharapkan jadi jembatan efektif sosialisasi kebijakan hingga ke akar rumput.

Namun, agar tujuan ini tercapai, diperlukan komunikasi yang terbuka dan data yang akurat. Soliditas bukan hanya soal seremonial, tapi kerja nyata bersama wujudkan kemajuan bangsa. Dengan persatuan semua elemen, Indonesia diharapkan mampu hadapi tantangan global dan wujudkan cita-cita menjadi negara maju.*Imam Kusnin Ahmad*